Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Para pengusung teori konspirasi yakin pada akhir September 2015 akan terjadi bencana besar yang menghancurkan peradaban manusia.
Mereka mengatakan bencana besar alias kiamat itu terjadi karena munculnya gerhana bulan berwarna merah darah yang disebut Bulan Darah (Blood Moon) dan ramalan tentang jatuhnya sebuah meteor raksasa.
Netizen tengah dibuat heboh oleh berbagai berita yang menyebutkan bahwa kiamat akan terjadi antara tanggal 22 sampai 28 September 2015.
Pada 28 September itu bulan akan terlihat sangat besar dan menakutkan karena warnanya yang semerah darah.
Fenomena tersebut disebut-sebut akan muncul bersamaan dengan hancurnya Bumi dan seisinya.
Namun, Gemma Lavender, editor fitur di majalah All About Space, mencoba menenangkan kegelisahan sebagian orang dengan mengatakan bahwa semua ramalan tersebut adalah palsu.
"Ada klaim bahwa dengan bulan yang semakin dekat ke Bumi, akan ada peningkatan risiko bencana alam seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi - ini semua adalah palsu," kata Lavender kepada Liverpool Echo.
Lavender justru mengajak orang-orang untuk menikmati suasana saat bulan begitu dekat dengan Bumi.
"Asalkan Anda memiliki malam yang cerah, Anda seharusnya takjub bisa melihat permukaan bulan yang penuh dengan kawah dan gunung-gunung yang indah, yang dapat diamati dengan teropong atau teleskop," lanjutnya.
Seorang juru bicara NASA mengatakan tidak mendeteksi adanya asteroid atau komet berada pada jalur tabrakan dengan Bumi, sehingga kemungkinan terjadinya tabrakan besar sangat kecil.
"Bahkan, kami yakin tidak ada objek besar yang akan menabrak Bumi setiap saat dalam beberapa ratus tahun ke depan."
Fenomena Bulan Darah sebenarnya hanya fenomena alam biasa yang terlihat spektakuler. Fenomena tersebut disebabkan oleh pantulan sinar Matahari yang melewati atmosfer Bumi dan menyaring sebagian besar sinar biru sehingga terlihat berwarna merah seperti darah.
Bulan Darah memantulkan campuran warna emas, tembaga, dan bahkan merah seperti karat besi, tergantung pada posisi Matahari. Bulan Darah biasanya terlihat rendah di langit atau dekat cakrawala. (Ism)
Advertisement

Gen Z, Milenial, Gen X, dan Baby Boomer Punya Standar Berbeda soal Keren, Mengapa Muncul Perbedaan?

Sama-Sama Kurang Tidur, tetapi Ada yang Tetap Segar dan Ada yang Lemas? Studi Ungkap Penyebabnya

Bagaimana Fosil Terbentuk? Proses Jutaan Tahun yang Mengawetkan Jejak Kehidupan Purba

Tidak Punya Saham, Mengapa Tetap Perlu Peduli Saat IHSG Anjlok?

Rajin Olahraga Sejak Kecil Bisa Bikin Tubuh Lebih Hemat Energi Saat Dewasa, Studi Ungkap Alasannya

Waspada! 4 Ciri Pesan Penipuan Online yang Sering Bikin Korban Panik dan Kehilangan Uang
