Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
GoPro Menghentikan Bisnis Drone. (Foto: CNET)
Dream – Sebuah kabar buruk berembus dari GoPro. Perusahaan pelopor kamera aksi ini berencana memecat 250 karyawan. Tak hanya itu, GoPro juga akan menghilangkan satu divisi bisnis, yaitu divisi drone.
Dilansir dari CNBC, GoPro juga akan meninggalkan bisnis drone dengan alasan persaingan dan peraturan yang ketat. Perusahaan yang didirikan oleh Nick Woodman juga akan mengakhiri penjualan drone kamera, Karma.
Nick yang sekaligus CEO GoPro juga akan mengurangi kompensasi uangnya menjadi US$1 (Rp13.342) untuk 2018, dikutip menurut pernyataan perusahaan. Sahamnya merosot 23 persen pada awal perdagagan.
“ Kami berharap ke depan, road map kami ditambah dengan model biaya operasi yang lebih rendah akan memungkinkan GoPro kembali ke profitabilitas dan pertumbuhan pada paruh kedua 2018,” kata Woodman.
Dia mengatakan pendapatan kuartal keempat GoPro pada kuartal keempat sebesar US$340 juta (Rp4,56 triliun), naik sedikit dari pendapatan kuartal 2016 yang sebesar US$330 juta (Rp4,43 triliun).
Perusahaan juga akan mengurangi harga kamera petualangan premium terbarunya, Hero6 Black dengan harga US$100 (Rp1,34 juta). (ism)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha