Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Para Guru Di Barmer, Rajasthan, India Yang Rela Menaiki Unta Untuk Menjangkau Anak-anak Di Gurun. (Foto: India.com)
Dream - Pandemi membuat sistem kehidupan awut-awutan. Termasuk sistem pendidikan yang juga harus disesuaikan. Pemberlakuan sekolah daring bagi sebagian orang adalah anugerah, tapi bagia anak-anak yang tidak memiliki ponsel, atau anak yang tinggal jauh dari jaringan seluler tentu merupakan musibah.
Banyak kisah guru yang rela mendatangi muridnya satu-per satu supaya tetap bisa mendapatkan pendidikan yang layak meskipun tidak memiliki ponsel di tengah pandemi virus corona.
Termasuk para guru di Barmer, Rajasthan, India, yang harus melakukan upaya ekstra demi menjangkau para siswa di daerah gurun dengan menaiki unta.
Berikut cerita selengkapnya.

Dikutip dari india.com, para guru ini berkendara dengan unta tiga kali sehari untuk mengajar anak-anak di wilayah Barmer sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Direktur Departemen Pendidikan Rajasthan, Saurav Swami mengatakan dari 75 persen siswa banyak yang tidak memiliki ponsel.
" Jadi pemerintah negara bagian memutuskan bahwa guru harus pergi ke rumah para murid seminggu sekali untuk kelas 1-8, dan dua kali seminggu untuk kelas 9-12," ucap Saurav Swami.
Upaya para guru itu pun diapresiasi oleh administrasi sekolah. Kepala Sekolah Tinggi Negeri, Bhimthal, Room Singh Jakhar mengatakan beberapa guru benar-benar bekerja keras untuk memastikan para siswa mendapatkan catatan reguler tepat waktu.
" Beberapa di antaranya adalah Muknaram Dhaka, Biharilal Dhaka dan Birmaram Bana. Kami telah memilih 100 siswa untuk dijangkau para guru," katanya.
“ Saya salut dan berterima kasih kepada tim guru ini. Ini harus tetap dilanjutkan,” kata Roop Singh Jhakad, Kepala Sekolah Menengah Atas Pemerintah, Bhimthal.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya