Hari Ini Penyelam Cari Lokasi Jatuhnya AirAsia

Reporter : Edy
Minggu, 4 Januari 2015 11:05
Hari Ini Penyelam Cari Lokasi Jatuhnya AirAsia
Menurut BMKG cuaca di lokasi jatuhnya pesawat tengah bersahabat. Kendala masih pada tingginya ombak.

Dream - Pencarian pesawat AirAsia QZ8501 di sekitar selat Karimata hari ini kembali dilanjutkan. Tim penyelam gabungan yang terdiri dari Kopaska, Denjaka, Yontaifib & Dislambair pagi ini sudah kembali menyelami lokasi yang diperkirakan terdapat pesawat nahas itu.

Tim penyelam tersebut berangkat menuju titik lokasi dari Kapal KRI Banda Aceh, pada pukul 06.30 WIB dengan menggunakan 3 kapal karet.

" Tim akan ke titik penemuan hasil pencarian sinar gelombang yakni di koordinat : 03*, 55, 27.5 LS-110* 31, 31 BT, yang diduga sebagai pesawat AirAsia dengan panjang 16 meter, lebar 3, meter dan tinggi 3,5 meter, dengan kedalaman lokasi penyelaman diperkirakan 30-40 meter," ujar Komandan Penyelam Mayor Profs Dhegratmen kepada merdeka.com di KRI Banda Aceh, Minggu 4 Januari 2015.

Menurut Dhegratmen, meskipun hari ini cuaca diramalkan bersahabat, namun gelombang di titik dugaan pesawat jatuh masih mencapai 2 hingga 3 meter. Selain itu kondisi di dasar laut berlumpur dan berpasir.

" Saya menginstruksikan untuk mengutamakan keselamatan diri sendiri, tidak memaksakan keadaan jika tidak memungkinkan, harus segera naik ke permukaan. Semua tim berkoordinasi satu sama lain sesuai tugas masing-masing," kata Dhegratmen

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalanbun sebelumnya juga menyatakan hari ini cuaca di lokasi pencarian lebih baik dari kemarin.

" Di selat Karimata cuaca cenderung kondusif mulai jam 10 pagi sampai jam 5 sore. Kecepatan angin berkisar 20 knot dan ketinggian ombak masih mencapai 3 sampai 4 meter," kata Kepala Stasiun BMKG Pangkalanbun Lukman Sholeh di Pangkalanbun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Minggu.

Lanjut dia, di posisi kontak terakhir (lost contact) AirAsia kondisi cuaca pun bersahabat. Kendala masih berupa ombak yang tinggi.

" Di daerah yang di sebutkan ada benda (badan pesawat) prakiraan cuaca masih bersahabat. Kendala masih soal angin dan gelombang, yaitu angin 30 knot dan ombak 4 meter di titik itu," terang dia.

Lanjut dia, tambahan bantuan pesawat amfibi BE200 milik Rusia diyakini dapat menembus cuaca tersebut. Melihat keadaan cuaca, pencarian hari ini tetap dapat dimaksimalkan.

" Kalau melihat spesifikasinya (pesawat amfibi BE200 Rusia) bisa mengatasi cuaca. Saya merekomendasikan untuk tim pencari memaksimalkan dari jam 10 sampai sore hari," pungkas dia.

Sumber: Merdeka.com

Beri Komentar