Heboh `Fatwa` Penghancuran Piramida dan Spinx

Reporter : Sandy Mahaputra
Kamis, 5 Maret 2015 06:37
Heboh `Fatwa` Penghancuran Piramida dan Spinx
Karena memicu kontroversi, fatwa tersebut telah dihapus. Apa isi lengkap fatwa itu?

Dream - Sebuah fatwa yang dikeluarkan oleh sebuah portal Islam asal Qatar telah beredar luas di kalangan pers Mesir pekan ini.

Fatwa dari Islam Web itu memerintahkan penghancuran piramida dan patung Spinx. Alasannya, karena tidak sesuai dengan Islam.

Fatwa yang terlanjur dilansir beberapa situs berita independen Mesir, seperti Youm 7 dan al-Fagr, mengatakan penghancuran bangunan bersejarah adalah 'kewajiban agama’.

Dalam laporan Al Arabiya dikutip Dream.co.id, Rabu 4 Maret 2015, fatwa itu diketahui terbit pertama kali pada bulan Desember 2012.

Namun, karena memicu kontroversi, fatwa itu telah dihapus dari Islam Web. Dan pada tahun yang sama, ilmuwan Mesir telah mengecam setiap fatwa yang menyerukan penghancuran bangunan bersejarah.

Meski pun begitu, media-media Mesir berhasil melakukan screengrab terhadap dokumen fatwa kontroversial itu. Namun tetap saja berita tentang fatwa itu memicu perdebatan besar di Mesir pekan ini.

Fatwa itu sebenarnya merupakan jawaban dari pertanyaan yang diajukan seorang pengunjung situs Islam Web yang berafiliasi dengan Kementerian Wakaf Qatar di Doha.

Pemerintah Qatar memang menganjurkan warganya untuk bertanya tentang fatwa secara online, dengan masuk kanal Fatwa Center di situs portal Islam Web.

Dalam jawaban tentang pertanyaan monumen sebagai berhala, Islam Web mengatakan bahwa pembongkaran piramida dan patung Sphinx adalah kewajiban agama.

Portal ini sebelumnya pernah membuat heboh setelah mengeluarkan fatwa pada 2006 yang mengizinkan hukuman dibakar sampai mati. Fatwa itu didasarkan pada peristiwa pembakaran Ias bin Abdul Yalil oleh Abu Bakar.

Tapi bulan lalu, fatwa itu dilaporkan dihapus dari situs itu dan ditarik beberapa jam setelah ISIS membakar pilot Yordania Moaz al-Kasasbeh hidup-hidup.

Islam Web juga telah menuai kontroversi karena mengeluarkan fatwa yang melegitimasi penghinaan terhadap agama lain. 

Hubungan antara Qatar dan Mesir tegang sejak 2013 ketika mantan Presiden Mohammad Mursi yang berhaluan Islam konservatif digulingkan. Mohammad Mursi adalah tokoh pemimpin kelompok Ikhwanul Muslimin yang didukung Doha. (Ism) 

Beri Komentar