Balasan Menohok SBY Buat Pembully Ibu Ani Yudhoyono

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 28 Mei 2019 12:22
Balasan Menohok SBY Buat Pembully Ibu Ani Yudhoyono
SBY tidak bisa memimpin kampanye Demokrat karena harus mendampingi Ibu Ani yang dirawat di Singapura.

Dream - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengakui tidak bisa turun kampanye di masa-masa akhir jelang Pemilihan Umum 2019.

SBY menegaskan harus mendampingi istrinya, Kristiani Herawati yang menjalani perawatan di National University Hospital Singapura akibat menderita kanker darah.

" Tentu kami berdua sangat sedih namun inilah takdir dan juga ujian dari Allah yang harus kami jalani dengan tabah," ujar SBY dalam rekaman video yang diunggah di channel YouTube Demokrat TV, diakses pada Selasa 28 Mei 2019.

Dalam video yang sempat diputar di momen buka puasa bersama DPP Partai Demokrat di kediaman SBY di Mega Kuningan, SBY mengatakan dituduh beberapa pihak menjadikan sakit Ibu Ani sebagai alasan tak turun kampanye.

SBY mengaku bersedih mendapat tuduhan itu. Bahkan Ibu Ani sampai menangis mendengar cercaan tersebut.

 

1 dari 4 halaman

Doakan Pembully

Menanggapi hal itu, SBY mendoakan pembullynya di Bulan Suci Ramadan ini.

" Mungkin mereka adalah saudara kami, muslimin dan muslimat di Bulan Suci Ramadan ini agar yang bersangkutan dan keluarga yang disayanginya tidak mengalami penyakit kanker darah," kata SBY.

Sehingga, kata SBY, mereka tidak perlu merasakan penderitaan seperti yang dialami oleh Ibu Ani.

" Agar tak perlu merasakan penderitaan dan perjuangan hidup yang dijalani Ibu Ani setiap hari, siang dan malam," ucap SBY.(Sah)

2 dari 4 halaman

Saran SBY: Jokowi dan Prabowo Bertemu, Tak Lewat Pintu Belakang

Dream - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, mendorong adanya pertemuan antara calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dengan calon nomor urut 01, Joko Widodo.

Hal itu disampaikan SBY dalam video yang diputar saat buka bersama jajaran pengurus dan anggota Partai Demokrat pada Senin, 27 Mei 2019 di kediaman SBY, kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. 

" Akan sangat baik dan mulia jika saatnya nanti Prabowo bisa bertemu Jokowi secara langsung," ujar SBY dalam video yang diunggah di channel YouTube Demokrat TV.

Dikutip dari Liputan6.com, SBY menilai kedua tokoh memiliki pendukung dan konstituen yang besar. Selain itu, antara Jokowi dan Prabowo masing-masing memiliki cita-cita yang baik.

Selanjutnya, SBY menilai pertemuan yang terjadi nanti tidak perlu mencapai kesepakatan apapun. Dia yakin, Jokowi menghormati langkah Prabowo.

" Jika dalam waktu dekat belum memungkinkan, tidak berarti tidak ada hari esok yang lebih indah," kata dia.

 

3 dari 4 halaman

Pertemuan Terbuka

Selanjutnya, SBY juga mendorong pertemuan antara Jokowi dan Prabowo dapat berlangsung terbuka. Ini dapat mendidik masyarakat mengenai bagaimana karakter pemimpinnya.

" Akan baik dan mendidik jika pertemuan tersebut dibuka di hadapan publik. Tidak perlu bersembunyi dan lewat pintu belakang karena bisa menimbukan fitnah, padahal maksudnya baik sifatnya," kata dia

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla telah bertemu dengan Prabowo. Tetapi, belum ada informasi mengenai rencana pertemuan antara Prabowo dengan Jokowi meski sudah ada gagasan dari calon petahana.

 

4 dari 4 halaman

Rencana SBY Bertemu Prabowo Batal

SBY juga mengatakan sempat ada rencana pertemuan antara dirinya dengan Prabowo. Pertemuan itu akan berlangsung di Singapura.

" Direncanakan mengatakan pertemuan saya dan Prabowo di Singapura," ucap SBY.

Sayangnya, rencana itu belum terwujud. Prabowo mendadak membatalkan rencana tersebut meski SBY sudah siap.

" Saya siap, namun sayangnya secara mendadak beliau membatalkan pertemuan tersebut," kata dia.

(ism, Sumber: Liputan6.com)

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik