Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Garis Polisi (Foto: Liputan6.com)
Dream - Warga Desa Cipalabuh, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten, digegerkan dengan penemuan jenazah anak kecil berinisial KS, 8 tahun. Ia dikubur di Tempat Pemakaman Umum atau TPU Gunung Keneng dengan pakaian lengkap.
Menurut informasi yang dikutip dari Liputan6.com, ternyata KS merupakan korban kekerasan oleh ibunya, LH. Ia dianiya oleh sang ibu hingga meninggal dunia.
Diketahui pelaku melakukan penganiayaan lantaran kesal sang anak sulit menerima pembelajaran saat belajar daring (online).
" Pelaku ini memukul lebih dari lima kali, tanggal 26 Agustus pagi, sekitar pukul 09.00 wib. Dari pengakuan pelaku (korban) lagi daring dengan sekolah," kata Kasatreskrim Polres Lebak, AKP David Adhi Kusuma, kepada awak media di kantornya, Selasa 15 September 2020.
Lantaran putrinya sulit menerima pembelajaran daring, ibunya merasa kesal kemudian menganiaya anaknya.
Awalnya hanya mencubit, kemudian memukul tubuhnya menggunakan tangan, gagang sapu, hingga mendorongnya dan kepala sang anak terbentur lantai.
Sang ayah, IS, 27 tahun, yang datang ke kontrakkannya di daerah Kreo, Tangerang, Banten, mengaku kaget melihat kondisi putrinya dalam keadaan lemas. Kemudian LH dan IS berniat membawa KS ke rumah sakit menggunakan sepeda motor.
Nahas, saat diperjalanan KS menghembuskan napas terakhirnya. Akibat panik, LH dan IS membawa jenazah putrinya ke daerah Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten untuk dimakamkan dengan meminjam cangkul warga sekitar.
" Kemudian berupaya menghilangkan jejak dengan menguburkan korban. Dimana, di TPU di Cijaku itu ada neneknya, alamatnya dari paman si ibu-nya ini. Setelah menguburkan jenazah di wilayah Banten, mereka pulang dan pindah kontrakan," katanya.
Jenazah korban ditemukan warga sekitar pada Sabtu, 12 September 2020 yang curiga ada gundukan kuburan masih baru. Kemudian masyarakat bersama pihak kepolisian sekitar berinisiatif membongkar dan ditemukan jenazah KS.
Tak perlu waktu lama, para pelaku berhasil ditangkap Minggu dini hari, 13 September 2020 di rumah kontrakan barunya di daerah Jakarta. Sementara anak pelaku, yang merupakan saudara kembar dari KS, dititipkan ke rumah saudaranya untuk diasuh dan dirawat.
Berdasarkan otopsi luar kepada korban, terdapat luka lebam pada kepala kanan dan tulang tengkorak yang diduga terkena hantaman benda tumpul.
Kedua pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan di jerat Pasal 80 Ayat 3, Undang-undang (UU) No 35 Tahun 2104 Perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 338 KUHP.
" Saudara kembarnya ada di sana (saat kakaknya dianiaya ibunya). Yang adik korban ini kami titipkan dengan permintaan orangtua di kakak kandung dari pelaku. Saat (memakamkan kakaknya) ke Cijaku yang kembar dibawa juga, menyaksikan juga dikuburnya," katanya.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya