Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
Ide Nyeleneh Lindungi Bumi Dari Pemanasan Global Akibat Sinar Matahari
Dream - Seorang ilmuwan dari Hawaii, Amerika Serikat, mengungkapkan ide aneh untuk melindungi Planet Bumi dari pemanasan global.
Bukan menyarankan untuk mengurangi emisi CO2 atau menekan efek rumah kaca, tapi memantulkan kembali sinar Matahari ke luar angkasa.
Menurutnya, Bumi bisa terhindar dari pemanasan global dengan melindunginya dari sinar Matahari menggunakan payung raksasa yang diikat pada asteroid.
Idenya melibatkan pembuatan payung raksasa selebar 600 kilometer dengan berat 3,5 juta ton. Payung raksasa ini akan diletakkan satu juta mil jauhnya di luar angkasa.

Cara ini akan mencegah sinar Matahari agar tidak sampai ke bumi, sekaligus dapat menurunkan suhu dan mengurangi efek perubahan iklim.
Dr Istvan Szapudi, dari University of Hawaii mengatakan, payung raksasa tersebut terbuat dari bahan yang sangat ringan yang dapat memantulkan sinar kembali ke Matahari.
Ia mengatakan payung raksasa itu akan ditempatkan di dekat wilayah luar angkasa yang dikenal sebagai titik Lagrange pertama - atau L1 - di mana gaya gravitasi Bumi dan Matahari seimbang.

Untuk mencegahnya tertiup ke Bumi oleh tekanan radiasi Matahari, Szapudi menyarankan agar payung itu diikat pada asteroid menggunakan tali sepanjang 600.000 mil atau 965.606 ribu kilometer.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, ia menyatakan bahwa tindakan tersebut dapat mengurangi jumlah energi Matahari yang mencapai bumi sebesar 1,7%.

" Anda tidak akan melihat perubahan apa pun di Bumi kecuali gelombang panas berkurang.
" Jelas ini akan membutuhkan biaya yang tinggi. Ini baru proposal di atas karya ilmiah. Ini baru permulaan," ujarnya.
Ide yang terdengar ambisius ini didukung oleh para ahli lainnya, meskipun mereka tahu betapa sulit untuk mengimplementasikannya dalam kenyataan.
Sumber: DailyStar
Advertisement
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series