Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Kondisi Bumi 1 Miliar Tahun Lagi. (Foto: NASA Ames/SETI Institute/JPL-Caltech)
Dream - Studi terbaru, hasil kerja sama Jepang dan Amerika Serikat, menyebutkan keadaan Bumi di masa depan yang mengerikan.
Studi berjudul 'Rentang Hidup Atmosfer Oksigen Bumi di Masa Depan' memprediksi Matahari akan memanas dalam satu miliar tahun.
Akibatnya, Bumi menghadapi kondisi yang mengerikan. Studi tersebut telah diterbitkan dalam jurnal Nature Geoscience.
Menurut studi terbaru NASA, Matahari akan menghancurkan semua kehidupan hewan dan tumbuhan di Bumi dalam satu miliar tahun.
Oksigen akan menghilang dari atmosfer planet kita saat Matahari menua dan mulai memanas. Peristiwa ini menyebabkan karbondioksida di udara terurai hingga terjadi pemanasan global yang tidak terkendali di Bumi.
Sebagai akibatnya, tanaman tidak dapat menghasilkan oksigen melalui fotosintesis. Hewan juga akan musnah karena tidak mampu beradaptasi terhadap perubahan di atmosfer.
Penurunan kadar oksigen di atmoster akan berlangsung sangat ekstrem - satu juta kali lebih sedikit daripada tingkat di atmosfer saat ini.
Proses yang terjadi selama 10.000 tahun tersebut akan mengembalikan Bumi ke masa ketika tidak memiliki oksigen sama sekali.
Mereka menjelaskan, lapisan ozon yang terdiri dari oksigen, dan melindungi kita dari sinar UV serta panas yang berbahaya, akan benar-benar lenyap.
Ini akan menyebabkan punahnya semua kehidupan akuatik dan darat. Sehingga hanya menyisakan bakteri anaerob (hidup tanpa oksigen) dan primitif.
Penulis studi ini adalah Dr Chris Reinhard dari Georgia Tech dan Dr Kazumi Ozaki dari Universitas Tokyo.
Mereka melakukan penelitian sebagai bagian dari program NexSS NASA dalam menemukan planet di luar tata surya (eksoplanet) yang layak huni mirip di Bumi.
Studi yang dilakukan menggunakan model sistem iklim, geologi, dan biologi yang ada di Bumi. Tujuannya agar bisa memberikan pemahaman ilmiah tentang kondisi atmosfer Bumi di masa depan.
Seperti diketahui, atmosfer planet Bumi terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen, 0,9% argon, dan 0,1% gas lainnya. Namun selama dua miliar tahun pertama keberadaan Bumi, tidak ada oksigen di atmosfer.
Oksigen berkadar rendah baru muncul pertama kali ketika cyanobacteria yang dikenal sebagai alga biru-hijau melepaskan oksigen sebagai produk sampingan dari fotosintesis mereka.
Kejadian tersebut terjadi kira-kira 2,4 miliar tahun yang lalu, ketika planet Bumi mengalami apa yang disebut dengan Peristiwa Oksidasi Besar (Great Oxygenation Event/GOE).
GOE ini merupakan salah satu peristiwa terpenting yang pernah terjadi di planet Bumi. Tanpanya, tidak akan pernah ada hewan yang menghirup oksigen, tidak ada serangga, tidak ada ikan, dan tentunya tidak ada manusia.
Sumber: DailyStar
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari