Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Obat. (Foto: Freepix.com)
Dream - Kabar baik datang dari laboratorium di Universitas Peking, China. Kampus terkenal ini dilaporkan sedang mengembangkan obat yang diklaim bisa melawan virus corona penyebab penyakit Covid-19.
Dikutip dari artikel dari laman The Times of Israel, yang terbit Rabu, 20 Mei 2020 lalu, para peneliti di Universitas Peking sudah menguji coba obat tersebut pada hewan dan memperlihatkan hasil yang memuaskan.
Obat tersebut tidak hanya mampu mempersingkat masa pemulihan pasien Covid-19, tapi juga memicu kekebalan jangka pendek terhadap virus corona.
" Ketika kami suntikan obat itu ke tikus yang terinfeksi, jumlah virus telah berkurang sebanyak 2.500 setelah lima hari. Artinya obat ini memiliki efek terapi terhadap tikus percobaan," kata Sunney Xie, direktur Pusat Inovasi Unggul Genom di Universitas Peking, Beijing.
Menurut Xie, obat ini mengandung penetralisir yang diperoleh dari sistem imun yang terdapat dalam darah 60 pasien covid-19 yang sudah sembuh.
Dalam sebuah penelitian sebelumnya yang diterbitkan di jurnal Sains Cell, pemberian antibodi seperti itu bisa memberikan potensi kesembuhan dari Covid-19 dan mempersingkat proses pemulihan.
" Keahlian kami adalah genomik sel tunggal ketimbang imunologi atau virologi. Kami sangat senang ketika mengetahui bahwa pendekatan genomik sel tunggal bisa secara efektif menemukan antibodi penetralisir," tambah Xie.
Dia berharap obat ini akan tersedia untuk digunakan pada tahun ini dan bisa dipakai jika terjadi wabah corona lagi di tengah musim dingin. Pandemi corona kini sudah menginfeksi 4,8 juta orang di seluruh dunia.
" Rencana uji coba klinis kini sedang dilakukan. Uji coba klinis akan dilakukan di Australia dan negara lain," kata Xie.
Mengapa tidak dilakukan di China? Xie beralasan pasien Covid-19 di negaranya terlalu sedikit untuk bisa jadi dijadikan percobaan.
" Harapannya adalah antibodi penetralisir ini bisa menjadi obat khusus yang menghentikan pandemi," kata dia.
Sebelumnya, lebih dari 700 pasien di China sudah mendapat terapi plasma darah yang dilaporkan memperlihatkan " efek yang sangat baik" .
Namun Xie mengatakan terapi pasien Covid-19 dengan plasma darah ini terbatas dan kurang efektif dari segi pasokan.
Dia mengatakan 14 antibodi penetralisir yang dipakai sebagai obat itu bisa diproduksi secara massal dalam waktu cepat.
Pengobatan dengan antibodi bukanlah pendekatan baru. Sebelumnya pengobatan antibodi sudah berhasil dalam menangani sejumlah virus seperi HIV, Ebola, dan MERS.
Xie menuturkan, penelitiannya ini termasuk yang paling awal karena pandemi Covid-19 bermula dari China kemudian menyebar ke negara lain.
Saat ini ada lebih dari 100 vaksin untuk Covid-19 yang tengah dikembangkan di seluruh dunia.
Namun di tengah upaya itu, Xie berharap obat baru ini bisa lebih cepat dan efisien dalam menghentikan penyebaran virus corona secara global.
" Kita akan mampu menghentikan pandemi itu dengan obat yang efektif, bahkan tanpa perlu vaksin," ujar Xie.
Otoritas kesehatan China mengatakan negara itu punya lima kandidat vaksin corona dan saat ini sudah dalam tahap uji coba ke manusia.
Namun Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan proses pembuatan vaksin bisa memakan waktu 12 hingga 18 bulan.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya