Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Saat Rapat Dengan Komisi III (Sumber:(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A))
Dream - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, bersyukur indeks kerukunan umat beragama di Indonesia selama 2016 mengalami peningkatan, meski tidak tinggi. Dia berharap capaian tersebut dapat diteruskan tahun ini.
" Kami harus bersyukur ada kenaikan. Kami akan menjaga hasil capaian ini dengan baik di 2017," kata Lukman, usai peluncuran hasil riset Litbang Kemenag di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Maret 2017.
Menurut survei yang dilakukan Puslitbang Kehidupan Keagamaan Kementerian Agama, indeks kerukunan umat beragama di Indonesia selama kurun 2016 berada pada 75,47 persen. Angka itu naik 0,11 persen ketimbang tahun 2015, yakni sebesar 75,36 persen.
Survei itu menggunakan tiga indikator penilaian untuk mengukur indeks kerukunan beragama di Indonesia. Yaitu, toleransi, kesetaraan, dan kerjasama.
Berdasarkan Laporan Tahunan Litbang Kemenag, indeks tertinggi dari tiga indikator itu adalah toleransi, 78,41 persen dan kesetaraan sebesar 78,24 persen. Adapun kerjasama hanya memperoleh nilai 41,85 persen.
Lukman menyoroti lemahnya kerjasama antarpemeluk agama. Dia ingin ke depannya, Kemenag menjalin komitmen bersama majelis-majelis agama, ormas keagamaan, dan para tokoh agama, untuk meningkatkatkan kerja sama antarpemeluk agama.
" Akan ada program bersama, mengenai kerjasama. Misalnya, mendirikan rumah ibadah bersama-sama pemeluk agama lain. Di beberapa tempat, misalnya Maluku dan NTT, kegiatan ini sudah sering. Umat Kristiani membantu membangun masjid, begitu pula ketika membangun gereja, umat Muslim membantu," ucap Lukman.
Selain itu, ada enam poin penting yang dia ajukan agar kerukunan umat beragama dapat berkembang baik. Antara lain, optimalisasi dan sosialisasi perundang-undangan Kerukunan Umat Beragama (KUB), peningkatan peran pemda dalam kegiatan sosial lintas agama, penguatan aspek kerukunan melui perda, peningkatan wawasan dan kegiatan sosial lintas agama, peningkatan wawasan penyuluh agama, dan peningkatan peran tokoh agama sebagai perekat sosial masyarakat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya