Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dubes Inggris Untuk Indonesia, Moazzam Malik (Liputan6.com)
Inggris punya konsep sendiri soal perdamaian di Palestina.
Dream - Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik, menegaskan dukungan negaranya untuk perdamaian antara Palestina dengan Israel. Berbeda dengan sekutunya Amerika Serikat, Inggris memastikan takkan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.
"Kedutaan Besar Inggris akan tetap di Tel Aviv dan tidak akan kami pindahkan ke Yerusalem," tegas Malik, dikutip dari Liputan6.com.
Malik mengatakan Inggris tetap menginginkan wilayah Yerusalem dibagi menjadi milik dua negara. Menurut dia, hal ini merupakan solusi satu-satunya untuk mengakhiri konflik Palestina dengan Israel yang sudah lama terjadi.
"Kami selalu berusaha untuk mendorong Israel dan Palestina untuk bernegosiasi. Sebab, hampir semua konflik bisa diselesaikan lewat jalur negosiasi dan diskusi," kata Malik.
Pekan ini, Pangeran William mengadakan lawatan ke Israel dan Palestina sekaligus berkunjung ke Yerusalem. Lawatan ini sebagai upaya Inggris mendorong terciptanya perdamaian antara dua negara yang sudah lama berseteru itu.
Saat bertemu dengan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, di Ramallah, William membuat pernyataan cukup mengejutkan. Dalam pidatonya, William mengeluarkan kalimat pengakuan Palestina sebagai sebuah negara.
"Terima kasih telah menyambut kehadiran saya. Saya sangat senang bahwa kedua negara kita telah bekerja sama dengan baik dalam bidang pendidikan," kata William.
Pernyataan tersebut menuai kecaman. Sebab, sejumlah negara Barat memilih tidak menyebut Palestina sebagai negara meski mendukung penuh perjuangan rakyatnya.
(Sah/Sumber: Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty)