Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi TKP, Tempat Kejadian Perkara (Foto: Shutterstock)
Dream - Nasib malang dialami balita usia 1,5 tahun, Latief Alzaber Rifai. Balita asal Kampung Keramat Rt 018 RW 006, Desa Kedung Waringin, Bekasi, Jawa Barat ini tewas terlintas saat bermain di belakang truk bermuatan tabung gas.
Insiden ini terjadi pada Selasa, 4 Desember 2018 pukul 16.45 WIB di Jalan Raya Kedung Waringin. Saat kejadian, truk akan parkir di depan warung milik H Rasim.
Pengemudi truk, Hasanudin, mengaku hendak menurunkan tabung gas ke warung. Saat memarkirkan truk, terdengar bunyi sesuatu, dikutip dari Pojoksatu.
Ketika truk sedang diparkir, ternyata Latief sedang bermain di belakang truk. Hasanuddin diduga tidak mengetahui balita itu ada di belakang truknya.
" Saudara Hasanudin yang sedang memarkir kendaraan tidak berhati-hati, sehingga korban terlindas ban kiri belakang," ujar Kapolsek Kedung Waringin, AKP Akhmadi.
Latief meninggal di tempat kejadian dengan kondisi mengenaskan. " Kami sudah amankan pengemudi dan barang bukti. Kasus ini kami limpahkan ke Unit Laka Polres," kata Akhmadi.
(ism, Sumber: Pojoksatu.id)
Dream - Jawa Timur digegerkan dengan insiden bocah 4,5 tahun meninggal dunia akibat tertabrak mobil ayahnya sendiri. Kecelakaan ini terjadi di depan TK Alif, Griya Pertama Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur pada Rabu lalu, 25 Juli 2018.
Kasus ini tidak dilaporkan ke pihak yang berwajib. Meski demikian, Unit Laka Lantas Polresta Sidoarjo tempat menjalankan penyelidikan terkait penyebab kematian korban.
Kapolsek Gedangan, Kompol Heri Siswoko mengatakan kecelakaan terjadi diduga karena faktor kelalaian. Menurut dia, sang ayah tidak mengetahui anaknya keluar mobil.
" Dari hasil pemeriksaan petugas Satlantas di TKP dan saksi-saksi, diduga ayah korban tak mengetahui korban turun dari mobil," ujar Heri, dikutip dari pojokpitu.com.
Heri melanjutkan balita itu kemudian berjalan menuju depan mobil sebelum masuk ke dalam gerbang. " Seketika juga mobil tersebut melaju dan menabrak korban," kata dia.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit oleh sang ayah dibantu guru TK Alif. Sayangnya, kondisi korban tidak bisa diselamatkan.
Korban kemudian dimakamkan di pemakaman umum dekat rumah balita itu.
(ism, Sumber: pojokpitu.com)
Dream - Kematian balita berusia 4,5 tahun yang meninggal akibat tertabrak mobil ayahnya sendiri menggegerkan Jawa Timur. Kecelakaan terjadi tepat saat bocah malang itu hendak masuk ke gerbang sekolahnya.
Peristiwa nahas itu terjadi di depan TK Alif, Griya Pertama Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur pada Rabu lalu, 25 Juli 2018.
" Ini orang tuanya mengantar sekolah, anak ini turunnya orang tua nggak tahu. Akhirnya pas turun dari pintu, lari ke arah depan, mobilnya jalan," ujar Kapolsek Gedangan Sidoarjo, Jawa Timur, Kompol Heri Siswoko, seperti ditayangkan Patroli Indosiar.
Dugaan sementara, sang ayah tidak mengetahui jika putrinya telah turun dan melintas di depan mobilnya karena tengah menggunakan alat pendengar dari telepon genggamnya.
" Bapaknya pakai walkman (headset,red), sudah turun bapaknya tidak mendengar (anaknya turun)," ujar Neni, saksi yang melihat kejadian tersebut.
Setelah kejadian, korban segera dilarikan ke rumah sakit oleh guru dan ayahnya. Sayang, nyawanya tak tertolong.
Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Sementara gadis mungil itu telah dimakamkan di pemakamam umun di desa setempat. (Sah)
(Sumber: Liputan6.com/Galuh Garmabrata)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya