Innalillahi, Ustaz Yusuf Mansur Berduka

Reporter : Nur Ulfa
Kamis, 13 Februari 2020 10:02
Innalillahi, Ustaz Yusuf Mansur Berduka
Kabar duka dibagikan Ustaz Yusuf Mansur ke akun instagramnya.

Dream - Kabar duka menyelimuti Ustaz KH Yusuf Mansur. Ayah dari pendiri Pondok Pesantren Daarul Quran itu meninggal dunia pada Kamis pagi ini, 13 Februari 2020.

" Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun. Mhn doa. Ayah saya wafat pagi ini," tulis ayah dari Wirda Mansur ini ke akun instagramnya @yusufmansurnew.

Dalam foto yang diunggah, tampak ayah dari Yusuf Mansyur terbaring di ruang perawatan sebuah rumah sakit. Sejumlah alat bantu pernafasan terlihat masih terpasang. 

Rencananya, ayah Ustaz Yusuf Mansur akan dimakamkan di Pondok Pesantren Daarul Wuran di Tangerang, Banten.

" Dimakamkan di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an, Daarul Qur'an, Kampung Ketapang, Kelurahan Cipondoh, Kota Tangerang, ba'da ashar insyaaAlah," katanya lagi.

Tak lupa Ustaz Yusuf Mansur juga meminta doa agar segala kesalahan ayahnya diampuni. " Mohon doanya, mohon doanya, mohon doanya," katanya.

1 dari 3 halaman

Ustaz Yusuf Mansur Jadi Khatib Idul Adha di Masjid Istiqlal


 Ustaz Yusuf Mansur Jadi Khatib Idul Adha di Masjid Istiqlal © Dream

Dream - Ustaz Yusuf Mansur didaulat menjadi khatib Idul Adha 1440 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta. Pengasuh PPPA Daarul Quran ini akan menyampaikan khutbah usai Sholat Ied pada Minggu pagi, 11 Agustus 2019.

" Iya betul 100 persen, Ustaz Yusuf Mansur jadi khatib Idul Adha di Istiqlal," ujar Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abdul kepada Dream, Jumat 9 Agustus 2019.

Abu Hurairah mengatakan tema yang diangkat Ustaz Yusuf dalam khutbahnya mengenai kurban dan kesejahteraan.

" Tema khutbahnya, Spirit Berkurban untuk Kesejahteraan Umat," ucap dia.

Sementara, Imam Sholat Ied di Masjid Istiqlal nantinya adalah Tuan Guru Ahmad Husni Ismail.

" Beliau (Tuan Guru Ahmad Husni Ismail) itu imam rawatib kita di Istiqlal," kata dia.

Lebih lanjut, Abu Hurairah belum dapat memastikan apakah Presiden Joko Widodo akan Sholat Ied di Masjid Istiqlal atau tidak. Dia mengaku belum mendapatkan informasi apapun dari Istana Negara.

" Saya nggak tahu kalau itu. Besok check in dari Paspampres," ujar dia.

2 dari 3 halaman

Ustaz Yusuf Mansur Dikomentari Pedas Haters, Balasan Putri Bungsunya Bikin Adem


Dream
 - Tahap pemungutan suara Pemilu 2019 telah berakhir pada 17 April lalu. Memasuki masa perhitungan suara, ketegangan antar dua kubu pendukung Capres-Cawapres masih belum surut sepenuhnya.

Masih banyak dijumpai serangan kata-kata kasar di media sosial hanya karena berbeda pilihan Capres.

Salah satunya dialami Ustaz Yusuf Mansur yang mendapat komentar pedas saat mengunggah video di akun Instagramnya.

Kala itu Ustaz YM, sapaan tenarnya, tengah membagikan video putrinya sedang makan ketoprak.

Namun unggahan tersebut mendapat komentar berisi kalimat menyakitkan dari seorang waganet yang tak dikenalnya.

3 dari 3 halaman

Kritik Ustaz Yusuf Mansur Soal Larangan Cadar dan Celana Cingkrang

 Kritik Ustaz Yusuf Mansur Soal Larangan Cadar dan Celana Cingkrang © Dream

Dream - Ustaz Yusuf Mansur memberikan tanggapan tentang rencana larangan penggunaan cadar dan celana cingkrang oleh pemerintah.

Menurut Yusuf Mansur, pembahasan tentang pro dan kontra larangan penggunaan cadar maupun celana ngatung sangat menarik diperbincangkan, mengingat hal tersebut sangat sensitif dan menyinggung ideologi seseorang.

" Menarik ini membicarakan tentang perbedaan paham, pendapat,termasuk cadar, niqab kemudian celana cungkring atau celana ngatung yang ramai di perbincangkan," kata Yusuf Mansur dikutip Dream dari akun instagramnya, Sabtu 2 November 2019.

Menurut YM, Indonesia yang terdiri dari beragam suku, bangsa, bahasa hingga agama. Karena itu memiliki perbedaan antara satu dengan lainnya. termasuk dengan cara berpakaian. Tapi dengan adanya perbedaan itu bukan berarti menjadi larang untuk seseorang tidak memakai cadar atau pun celana cingkrang.

" Tidaklah kemudian kita menjadi elok apabila melihat yang berbeda, melihat yang tidak sama, terus kita menggeneralisir dengan satu dasar, misalkan kecurigaan, dengan satu dasar misalkan kekekhawatiran, dengan satu dasar ketakutan," kata dia.

" Misalnya khusus soal cadar-niqab, celana cungkring ya dikhawatirkan dari sana terjadi radikalisme, terjadi bahaya, unsur keamanan dan lain-lain sebagainya, menurut saya tidak lah tepat ya. Ini kan juga sudah sama seperti mengeneralisir," imbuhnya.

 

 

Beri Komentar
Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis