Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Foto Ilustrasi
Dream - Pegawai negeri bukan hanya profesi impian bagi masyarakat di Indonesia. Di negara Asia lain, pekerjaan ini juga menjadi incaran jutaan penduduk karena dianggap bisa menaikkan status sosial di hadapan para tetangga.
Umumnya keluarga yang anaknya baru diterima sebagai pegawai negeri akan menggelar acara syukuran dengan mengundang tetangga terdekat. Namun sebuah keluarga di India merasa kurang cukup jika hanya mengundang orang-orang di sekitar rumah.
Warga di Desa Sohagpur di negara bagian Bihar, India timur, diketahui diundang sebuah keluarga untuk merayakan kelulusan salah satu anggotanya yang baru diterima sebagai pegawai negeri.
Tak hanya prestasi bagi keluarga, anaknya itu juga membuat bangga warga sekampung karena menajdi orang pertama diterima sebagai pekerja pemerintah dalam 75 tahun terakhir.
Orang itu adalah Rakesh Kumar yang kini berusia 30 tahun. Atas pencapaiannya, warga di sana berbondong-bondong merayakannya dengan membagi permen serta olesan bedak warna-warni.
Warga desa itu senang karena akhirnya ada penduduk yang diterima sebagai pegawai negeri dan Kumar dipilih menjadi seorang guru Sekolah Dasar (SD). Kumar saat ini mengajar di Kota Barkurwa.
Melansir BBC, pekerjaan pemerintah sangat dicari di India karena keamanan dan manfaat yang ditawarkan.
Devendra Chowdhary, seorang pemimpin desa mengatakan bahwa beberapa generasi di Sohagpur telah bercita-cita untuk mendapatkan pekerjaan tetap dan bergaji baik, setidaknya sejak 1947, ketika India merdeka.
Banyak siswa melakukan perjalanan ke kota-kota besar terdekat untuk belajar, tetapi tidak ada yang bisa mendapatkan pekerjaan pemerintah sampai sekarang.
Chowdhary mengatakan bahwa keberhasilan Kumar telah mengangkat awan gelap kemalangan dari desanya dan menjadi inspirasi bagi generasi muda.
Kumar mengatakan kepada BBC bahwa dia merasa gembira telah membuat desanya bangga. Namun dia menambahkan bahwa perjalanannya tidak mudah.
Putra seorang pemilik toko kelontong itu, dahulu Kumar harus bersepeda sejauh 20 mil untuk bersekolah di sekolah menengah di kota tetangga, Muzaffarpur.
Untuk memenuhi kebutuhan, ia juga akan mengajar siswa yang lebih muda di waktu luangnya.
Setelah ayahnya meninggal pada 2016, segalanya menjadi lebih sulit. Disebut menjadi guru adalah bagian dari cita-cita ayahnya.
" Tapi saya berusaha keras untuk memenuhi impian ayah saya - dia ingin saya menjadi dokter atau guru. Sekarang, saya telah mewujudkan mimpinya," tambahnya.
Kumar berharap pekerjaan itu akan membuka pintu baru baginya. Ia kini berencana mempersiapkan ujian negara.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
