Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto : Dailymail.co.uk
Dream - Jalanan di Pulau Christmas, Australia, mendadak berubah warna menjadi merah. Warna menyala tersebut merata di sepanjang jalan menuju ke tengah pulau yang terletak di Samudera Hindia itu.
Setelah diperhatikan, warna jalan tersebut berubah karena ada ribuan bayi kepiting merah yang migrasi setelah mereka lahir di lautan.
Pemandangan saat mereka migrasi ke darat tersebut merupakan pengalaman yang langka. Suara kaki-kaki mini mereka saat melintas di jalanan mirip dengan suara hujan rintik-rintik.

Lahir di dalam perairan, banyak larva kepiting merah yang tidak bisa bertahan dalam kondisi lautan yang berubah-ubah.
Tapi, ketika mereka mampu bertahan hingga usia tertentu, mereka akan migrasi secara besar-besaran ke tempat induk mereka tinggal di salah satu hutan di Christmas Island.
© Dream
Kepiting merah adalah satu dari 14 kepiting tanah yang hidup di Pulau Christmas. Mereka lebih suka bersembunyi di tempat teduh atau tanah basah. Diperkirakan antara 40 dan 50 juta spesies kepiting merah hidup di Pulau Christmas.

Musim kawin mereka bergantung pada siklus hujan dan peredaran bulan. Oleh karena itu, migrasi tahunan mereka bervariasi setiap tahun.
Untuk tahun ini, menurut sebuah situs pariwisata, migrasi diperkirakan terjadi pada pertengahan November atau Desember.

Begitu lahir, kepiting merah bayi melakukan perjalanan selama sembilan hari untuk kembali ke induknya di Christmas Island. Dalam perjalanannya itu, mereka harus bertahan hidup dari pemangsa seperti semut gila kuning. (eko)
Sumber: Mail Online
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya