Bupati Mempawah Dilarang Melayat ke Kediaman Syekh Ali Jaber

Reporter : Nur Ulfa
Kamis, 14 Januari 2021 13:37
Bupati Mempawah Dilarang Melayat ke Kediaman Syekh Ali Jaber
Dibatasi orang-orang yang masuk ke kediaman Syekh Ali Jaber. Hanya pihak keluarga yang diizinkan

Dream - Polisi mengimbau jemaah Syekh Ali Jaber tidak melayat dan mendatangi rumah duka ulama ahli Quran itu. Imbauan itu tidak main-main, polisi melarang Bupati Mempawah, Kalimantan Barat pun dilarang masuk ke rumah duka. 

" Tadi oleh pihak keluarga belum bisa terima tamu yang datang. Saya tidak bisa diterima masuk. Saya memaklumi lah," ucap Bupati Mempawah, Erlina di rumah duka Syekh Ali Jaber, Komplek Taman Berdikari Sentosa, Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis 14 Januari 2021. 

Erlina yang kebetulan sedang berada di Jakarta, tidak diizinkan polisi melayat ke kediaman ulama bernama lengkap Syekh Ali Saleh Mohammed Ali Jaber itu. 

Bupati Mempawah, Kalbar, Erlina© (Foto: Nur Ulfa/Dream)

" Kami juga mengerti saat ini pandemi Covid-19. Kami memaklumi tidak boleh berkerumun. Saya juga memaklumi, yang jelas saya datang untuk taziah ke keluarga," jelas Erlina lagi 

Saat ini jenazah Syekh Ali Jaber belum tiba di rumah duka. Ulama kelahiran Madinah, Arab Saudi itu meninggal pagi tadi sekitar pukul 08.30 WIB di RS Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. 

Kediaman Dijaga Ketat

Kediaman Syekh Ali Jaber yang terletak di Komplek Taman Berdikasi Sentosa, Pulogadung, Jakarta Timur, masih sepi dari pelayat yang hadir.

Karena memang dari depan pintu masuk komplek, aparat kepolisian menjaga ketat. Bagi setiap yang masuk dan akan ditanya keperluannya. Ada sekitar 150 personel polisi yang menjaga. 

" Kita mengakomodir bagi setiap tamu yang datang," kata Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan di rumah duka, Kamis, 14 Januari 2021.

Demi menjaga keamanan di masa pandemi, Erwin mengimbau jamaah tidak datang melayat.

" Kami akan mengimbau jemaah beliau untuk tidak mendatangi rumah duka karena kita menerapkan protokol kesehatan," ucap dia.

 

1 dari 2 halaman

Syekh Ali Jaber Meninggal dalam Kondisi Negatif Covid-19

Dream - Pendakwah Alquran, Syekh Ali Jaber, meninggal dunia pagi ini sekitar pukul 08.30 WIB di RS Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Meski sempat dikabarkan positif Covid-19, Syekh Ali Jaber meninggal dunia dalam kondisi negatif Covid-19. 

Ketua Yayasan Syekh Ali Jaber, Habib Abdurrahman Al Habsyi, mengatakan Syekh Ali dinyatakan meninggal dalam kondisi negatif Covid-19. Sebelumnya, Syekh Ali sempat dirawat intensif akibat terinfeksi Covid-19.

" Telah wafat guru kita, Syekh Ali Jaber (Ali Saleh Mohammed Ali Jaber) di RS Yarsi hari ini, 14 Januari 2021, 1 Jumadil Akhir 1442 H jam 08.30 WIB dalam keadaan Negatif Covid," ujar Habib Abdurrahman di Instagram @yayasan.syekhalijaber.

Habib Abdurrahman mengimbau seluruh jemaah untuk mengikhlaskan kepergian Syekh Ali. Juga memintakan maaf jika Syekh Ali memiliki kesalahan.

" Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau. Semoga diterima segala amal shaleh beliau," tulis Habib Abdurrahman.

 

2 dari 2 halaman

Sebelumnya, Ustaz Yusuf Mansur turut menyampaikan kabar duka ini lewat akun Instagramnya. Dalam sebuah video, Ustaz Yusuf mengaku malam hari sebelumnya mendapat kabar kondisi Syekh Ali yang kritis.

Syekh Ali sempat dinyatakan positif Covid-19 pada 29 Desember 2020. Syekh Ali kemudian dirawat intensif di sebuah rumah sakit.

Sempat beredar foto memperlihatkan kondisi Syekh Ali menggunakan ventilator. Pihak keluarga lalu menegur perawat lantaran dianggap melanggar privasi pasien.

" Syekh Ali kurang lebih 16-17 hari dipasangi ventilator. Semalam dikabari Ustaz Iskandar, Syekh Ali Kritis," ungkap Ustaz Yusuf Mansur sedih.

Beri Komentar