19 Hari Terakhir Kondisi Kesehatan Syekh Ali Jaber

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 14 Januari 2021 11:30
19 Hari Terakhir Kondisi Kesehatan Syekh Ali Jaber
Pihak pengelola RS Yarsi menjelaskan kondisi kesehatan Syekh Ali Jaber selama mendapat perawatan 19 hari.

Dream - Pengelola Rumah Sakit Yarsi menyampaikan duka cita mendalam atas meninggal Syekh Ali Jaber. Dai asal Madinah Arab Saudi itu diketahui sempat mendapat perawatan di RS tersebut.

Dalam keterangan tertulisnya, Manajer Humas dan Pemasaran Rumah Sakit Yarsi, Elly M Yahya menyampaikan Syekh Ali Jaber meninggal dunia pada usia 44 tahun. Mendiang meninggal dunia di ruang ICU setelah menjalani perawatan selama 19 hari.

Elly menjelaskan, kesehatan Syekh Ali Jaber dalam beberapa hari terakhir sebetulnya menunjukan kondisi stabil. Namun karena takdir Allah SWT, beliau wafat hari ini pukul 08.38 WIB.

" Kami segenap Keluarga Besar Rumah Sakit YARSI turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya beliau," ucap Elly.

Dalam kesempatan itu, Pengelola RS Yarsi juga mendoakan agar almarhum Syekh Ali Jaber husnul khatima dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. " Insya Allah Syahid," tutup keterangan tertulis tersebut.(Sah)

1 dari 6 halaman

Syekh Ali Jaber, Hafal Quran Usia 10 Tahun Jadi Imam Masjid di Madinah Umur 13

Dream - Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Syekh ALi Jaber meninggal dunia, Kamis 14 Januari 2021. Pendakwah kelahiran Madinah, Arab Saudi, itu wafat saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Yarsi, Jakarta.

Menurut Ketua Yayasaan Syekh Ali Jaber, Habib Abdurrahman Alhabsyi, pendakwah 44 tahun yang dirawat karena terpapar Covid-19 itu meninggal dunia pada pukul 08.30 WIB.

" Dalam keadaan negatif Covid," kata Habib Abdurrahman Alhabsyi di Instagram Yayasan Syekh Ali Jaber.

Lewat unggahan itu pula, Habib Abdurrahman Alhabsyi meminta umat Islam mengikhlaskan kepergian Syekh Ali Jaber.

" Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau. Semoga diterima segala amal shaleh beliau," tambah dia.

2 dari 6 halaman

Pria bernama asli Ali Saleh Muhammad Ali Jaber merupakan seorang pendakwah asal Madinah yang berkewarganegaraan Indonesia.

Syekh Ali Jaber lahir di Madinah, Arab Saudi, 3 Februari 1976 atau 3 Shafar 1396 Hijriyah. Dia merupakan sulung dari 12 bersaudara.

Syekh Ali Jaber menjalani pendidikan formal dari ibtidaiyah hingga Aliyah di Kota Nabi tersebut. Lulus dari sekolah menengah, Syekh Ali Jaber melanjutkan pendidikan khusus pendalaman Alquran pada tokoh dan ulama ternama di Arab Saudi.

Sejak kecil, dia mendapat bimbingan langsung dari sang ayah, yang merupakan seorang penceramah agama. Pada usia 10 tahun, Syekh Ali Jaber telah menghapal 30 juz Alquran. Pada usia 13, dia bahkan menjadi imam salah satu masjid di Kota Madinah.

3 dari 6 halaman

Sejak 2008, dia mulai berdakwah di Indonesia. Pada tahun itu pula, Syekh Ali Jaber menikah dengan Umi Nadia, wanita asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan dikaruniai satu anak, Hasan.

Awal mula kedatangannya ke Indonesia sebenarnya hanya untuk kunjungan silaturahmi saja. Soalnya, saat ditelusuri ia memiliki hubungan darah dengan Indonesia. Kakeknya kelahiran Jawa Tengah.

Baca juga: Kisah Syekh Ali Jaber Jadi WNI, Sang Kakek Ternyata Kelahiran Jawa Tengah

" Sebenernya pertama kali saya ke Indonesia hanya kunjungan silturahmi karena ada hubungan darah ke Indonesia. Ternyata sejak saya di Indonesia ingin kenal keluarga, siapa saja keluarga saya. Ternyata saya menemukan kakek saya kelahiran bumi ayu, Jawa Tengah," terang Syekh Ali.

" Bahkan salah satu juga saudara dari kakek saya adalah yang jadi korban tewas jajah Jepang. Menurut saya, saya Arab asli. Jadi Arab asli tapi darah saya tidak jauh dari Indonesia," sambungnya.

4 dari 6 halaman

Syekh Ali Jaber resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada tahun 2012. Syekh Ali Jaber disambut baik oleh warga Muslim Indonesia. Dakwahnya memang menyejukkan. Segala penjelasannya gamblang disertai dalil Alquran dan hadis.

Sejak menjadi WNI, Syekh Ali Jaber kerap berkeliling Indonesia untuk berdakwah. Dia juga mengisi berbagai program dakwah di televisi tanah air.kecil di pelosok kota dan daerah.

5 dari 6 halaman

Cerita Syekh Ali Jaber Ingin Wafat di Lombok

Dream - Kabar duka menyelimuti Tanah Air. Ulama ahli Quran Syekh Ali Jaber meninggal dunia pagi tadi sekitar pukul 08.30 WIB di RS Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. 

Syekh Ali Jaber sempat menjadi perhatian setelah insiden penusukan di Lampung pada 13 September 2020. Pelaku yang disebut-sebut mengalami gangguan jiwa itu sudah menjadi tersangka dan ditahan polisi.

Kondisi Syekh Ali Jaber sudah membaik dengan luka tusuk di tangan bagian kanan. Juri program Hafidz Indonesia itu lolos dari maut.

Bicara soal kematian, pendakwah bernama lengkap Ali Saleh Mohammed Ali Jaber itu pernah mengungkap tentang keinginannya wafat dan dimakamkan di Lombok, Nusa Tenggara Barat. 

Keinginannya sempat disampaikannya melalui video di saluran YouTube AL Liee Cha dengan judul 'Syeikh Ali Jaber Ingin Wafat di Pulau Lombok', yang tayang pada 4 Oktober 2016 silam.

Syekh Ali mengaku memilik rasa sentimental dengan Lombok. Ia merasa hubungannya dengan Lombok tak tergambarkan.

" Ketika saya di Lombok ini, saya jauh merasa nyaman. Pertama, saya berjuang di Indonesia memang di Lombok. Anak saya lahir Lombok. Salah satu kakek saya meninggal, mati syahid karena lawan jajah Jepang di Lombok," terang Syekh Ali.

" Bahkan salah satu kakek, ayah dari ibu saya sendiri termasuk dia juga kelahiran di Indonesia di Bumi Ayu, adiknya juga kelahiran Lombok," sambungnya.

6 dari 6 halaman

Syekh Ali lalu mengatakan, ia pernah berkeinginan meninggal di Madinah sebagai kota kelahirannya. Namun kini, dirinya bercita-cita meninggal dan dimakamkan di Lombok.

“ Jadi hubungan saya dengan Lombok, bahkan saya bercita-cita Ya Allah walaupun saya memilih dan memohon meninggal di Madinah tapi kalau Ya Allah kalau saya ditetapkan meninggal di Indonesia mohon Saya mau dimakamkan di Lombok. Lombok termasuk pulau kesayangan saya,” jelasnya.

Berikut videonya:

 

 

Beri Komentar