Nasi Mandi yang Tak Sempat Dimasak Syekh Ali Jaber

Reporter : Eko Huda S
Kamis, 14 Januari 2021 11:23
Nasi Mandi yang Tak Sempat Dimasak Syekh Ali Jaber
Syekh Ali Jaber meninggal dunia saat dirawat di RS Yarsi Jakarta karena Covid-19. Namun saat meninggal disebut sudah negatif Covid-19.

Dream - Gus Miftah turut berduka dengan wafatnya Syekh Ali Jaber. Pengasuh Ponpes Ora Aji Yogyakarta itu memang sangat dekat dengan pendakwah yang lahir di Madinah, Arab Saudi, tersebut.

Melalui Instagram @gusmiftah, pria bernama asli Miftah Maulana Habiburrahman itu mengunggah video kenangannya bersama Syekh Ali Jaber. Dalam video itu, Gus Miftah terlihat bersimpuh di hadapan Syekh Ali Jaber yang sedang duduk di atas kursi.

Gus Miftah memohon agar Syekh Ali Jaber mendoakan anaknya agar semangat menghafal Alquran. Syekh Ali Jaber pun bersedia dan mendoakannya dengan khusyu. Sementara, Gus Miftah khusyuk mengaminkan doa tersebut.

1 dari 6 halaman

Lewat unggahan itu pula Gus Miftah menyampaikan rencana bersama Syekh Ali Jaber yang belum terlaksana.

" Guru @syekh.alijaber engkau berjanji mau datang ke pondok Jogja, kita janjian nginep di villa guru di Bogor, guru mau masakin nasi mandi," tulis Gus Miftah.

Namun, saat rencana itu belum terlaksana, ternyata Syekh Ali Jaber telah wafat. Itu pula yang menambah kesedihan Gus Miftah.

" Belum terlaksana itu semua engkau telah berpulang, Allah lebih sayang ke guru, walau kami masih sangat mengharapkan wejangan dan nasehat ilmu yang sejuk darimu....... ya Allah," tulis Gus Miftah.

2 dari 6 halaman

      View this post on Instagram

A post shared by Gus Miftah (@gusmiftah)

3 dari 6 halaman

Syekh Ali Jaber, Hafal Quran Usia 10 Tahun Jadi Imam Masjid di Madinah Umur 13

Dream - Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Syekh ALi Jaber meninggal dunia, Kamis 14 Januari 2021. Pendakwah kelahiran Madinah, Arab Saudi, itu wafat saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Yarsi, Jakarta.

Menurut Ketua Yayasaan Syekh Ali Jaber, Habib Abdurrahman Alhabsyi, pendakwah 44 tahun yang dirawat karena terpapar Covid-19 itu meninggal dunia pada pukul 08.30 WIB.

" Dalam keadaan negatif Covid," kata Habib Abdurrahman Alhabsyi di Instagram Yayasan Syekh Ali Jaber.

Lewat unggahan itu pula, Habib Abdurrahman Alhabsyi meminta umat Islam mengikhlaskan kepergian Syekh Ali Jaber.

" Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau. Semoga diterima segala amal shaleh beliau," tambah dia.

4 dari 6 halaman

Pria bernama asli Ali Saleh Muhammad Ali Jaber merupakan seorang pendakwah asal Madinah yang berkewarganegaraan Indonesia.

Syekh Ali Jaber lahir di Madinah, Arab Saudi, 3 Februari 1976 atau 3 Shafar 1396 Hijriyah. Dia merupakan sulung dari 12 bersaudara.

Syekh Ali Jaber menjalani pendidikan formal dari ibtidaiyah hingga Aliyah di Kota Nabi tersebut. Lulus dari sekolah menengah, Syekh Ali Jaber melanjutkan pendidikan khusus pendalaman Alquran pada tokoh dan ulama ternama di Arab Saudi.

Sejak kecil, dia mendapat bimbingan langsung dari sang ayah, yang merupakan seorang penceramah agama. Pada usia 10 tahun, Syekh Ali Jaber telah menghapal 30 juz Alquran. Pada usia 13, dia bahkan menjadi imam salah satu masjid di Kota Madinah.

5 dari 6 halaman

Sejak 2008, dia mulai berdakwah di Indonesia. Pada tahun itu pula, Syekh Ali Jaber menikah dengan Umi Nadia, wanita asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan dikaruniai satu anak, Hasan.

Awal mula kedatangannya ke Indonesia sebenarnya hanya untuk kunjungan silaturahmi saja. Soalnya, saat ditelusuri ia memiliki hubungan darah dengan Indonesia. Kakeknya kelahiran Jawa Tengah.

Baca juga: Kisah Syekh Ali Jaber Jadi WNI, Sang Kakek Ternyata Kelahiran Jawa Tengah

" Sebenernya pertama kali saya ke Indonesia hanya kunjungan silturahmi karena ada hubungan darah ke Indonesia. Ternyata sejak saya di Indonesia ingin kenal keluarga, siapa saja keluarga saya. Ternyata saya menemukan kakek saya kelahiran bumi ayu, Jawa Tengah," terang Syekh Ali.

" Bahkan salah satu juga saudara dari kakek saya adalah yang jadi korban tewas jajah Jepang. Menurut saya, saya Arab asli. Jadi Arab asli tapi darah saya tidak jauh dari Indonesia," sambungnya.

6 dari 6 halaman

Syekh Ali Jaber resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada tahun 2012. Syekh Ali Jaber disambut baik oleh warga Muslim Indonesia. Dakwahnya memang menyejukkan. Segala penjelasannya gamblang disertai dalil Alquran dan hadis.

Sejak menjadi WNI, Syekh Ali Jaber kerap berkeliling Indonesia untuk berdakwah. Dia juga mengisi berbagai program dakwah di televisi tanah air.kecil di pelosok kota dan daerah.

Beri Komentar