Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Penulis kontroversial, Adnan Oktar atau lebih dikenal dengan nama pena Harun Yahya membuat pernyataan mengejutkan. Saat diinterogasi polisi Turki, Oktar menyebut 'Bikini adalah pakaian Islami'.
Sejumlah keterangan Oktar saat diinterogasi dibongkar ke publik oleh kolumnis Abdulkadir Selvi, lewat salah satu artikelnya yang ditayangkan Hurriyet Daily News. Artikel tersebut dipublikasikan pada 23 Juli kemarin.
Abdulkadir menuliskan seluruh perkataan Oktar untuk membela diri dari tuduhan kriminal. Sayangnya, perkataan Oktar lebih banyak berisi tafsir menyimpang atas ajaran Islam.
"Menutupi tubuh dengan bikini cukup sesuai dengan hijab Islami. Karena seperti inilah yang dijelaskan dalam Alquran," demikian keterangan Oktar kepada polisi, dikutip dari Hurriyet Daily News, Selasa 24 Juli 2018.
Dia juga menyatakan Islam hanya melarang anggur sebagai minuman beralkohol. Itu tidak termasuk vodka dan whiskey.
Oktar dilaporkan mengurangi kewajiban sholat dari lima kali menjadi dua kali sehari. Bahkan dia juga memendekkan gerakan sholat.
Oktar memiliki program acara yang disiarkan di saluran televisinya, A9. Di program tersebut, dia sering mendiskusikan nilai-nilai dari ajaran Islam dan terkadang menari dengan para wanita muda yang dia juluki 'anak kucing' serta bernyanyi dengan pria muda yang disebut 'singa'.
Selama diinterogasi, Oktar menekankan dia mendukung Partai Keadilan dan Pembangunan yang menguasai Turki saat ini. Partai ini mengusung Recep Tayyip Erdogan sebagai Presiden Turki.
"Oktar mengatakan kepada polisi dia menginstruksikan 'anak-anak kucingnya' turun ke jalan membawa Bendera Turki usai kudeta 2016 (untuk menunjukkan dukungan mereka kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan)," tulis Abdulkadir.
"Kemudian seorang polisi Turki mengingatkan dia tentang perkataanya pada malam hari ketika kudeta itu terjadi, memprediksi 'mereka akan menggantung Tayyip'," tulis Abdulkadir melanjutkan.
Kepolisian Turki menjalankan operasi penangkapan Oktar pada 11 Juli lalu. Oktar dan 234 pendukungnya ditahan atas lebih dari 30 tuduhan kejahatan, termasuk membentuk geng kriminal, pelecehan seksual pada anak, dan penipuan. (ism)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
