Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Presiden Joko Widodo Mengenakan Serban (setkab.go.id)
Dream - Presiden Joko Widodo menyebut kebudayaan Batak banyak memiliki kesamaan dengan nilai Islam yang rahmatan lil alamin. Salah satunya tidak menyukai ujaran kebencian dan semacamnya.
"Saya yakin budaya di sini tidak menyukai ujaran kebencian, tidak menyukai caci maki seperti yang sering kita lihat di media sosial, umpatan, fitnah, saling menjelekkan, saling mencela," ujar Jokowi, dikutip dari setkab.go.id, Senin, 27 Maret 2017.
Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat meresmikan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Jam'iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) di Pondok Pesantren Musthafawiyah, Purba Baru, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Dia pun mengapresiasi Ponpes Musthafawiyah yang mampu menjaga dan mempertahankan karakter kebudayaan Batak melalui arsitektur bangunannya.
"Ini adalah sebuah karakter, inilah sebuah identitas, inilah sebuah jati diri baik di tingkat daerah, di tingkat nasional yang harus terus kita angkat. Salah satu jawaban mengapa Pesantren Musthafawiyah itu bisa bertahan karena berkah dari ilmu yang telah diajarkan sejak dahulu," kata Jokowi.
Selanjutnya, Jokowi mengatakan Indonesia adalah bangsa istimewa, yang dikaruniai keaneragaman seperti 741 suku dan lebih dari 1.100 bahasa lokal. Tidak ada satupun bangsa di dunia yang memiliki keanekaragaman begitu banyak seperti Indonesia.
"(Misalnya) suku, tidak ada yang sebesar Indonesia, macam-macam. Inilah kemajemukan yang harus dijaga bersama-sama agar bisa menjadi potensi besar," kata Jokowi.
Oleh sebab itu, Jokowi berharap seluruh masyarakat, termasuk JBMI dapat bersatu dan bersama menjaga nilai-nilai kebudayaan Indonesia sekaligus mewujudkan pemerataan ekonomi.
"Saya berharap JBMI mampu memperkuat toleransi terhadap perbedaan untuk Indonesia," kata Jokowi.(sAH)
Advertisement

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Apa Penyebabnya? Bukan Sekadar Soal Pasokan Energi

Benarkah Otot Bisa Berubah Menjadi Lemak Jika Berhenti Olahraga? Ini Penjelasan Ahli

Pawang Hujan Bisa Mendatangkan atau Mengusir Hujan? Ini Jawaban Sains


Prancis dan Italia Diguncang Demo Besar-besaran, Apa yang Membuat Warga Turun ke Jalan?

Ramai Isu Putus Kabel RI–Singapura: Kenapa Internet Dunia Belum Bisa Pindah ke Satelit?

Anak Terlihat Dewasa dan Selalu Mengalah? Waspadai Parentifikasi yang Bisa Berdampak hingga Dewasa