Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif
Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Petra Laszlo Saat Menjegal Pengungsi Suriah Hingga Terjatuh.
Dream - Masih ingat dengan Petra Laszlo? Dia sempat membuat gempar dunia lantaran aksi kontroversialnya menendang pengungsi Suriah di perbatasan Hongaria. Karena ulahnya, dia dipecat dari pekerjaannya.
Juru kamera wanita itu kembali membuat heboh. Sejumlah media Hungaria menyebut, Petra meraih penghargaan atas film dokumenter 32 menit berjudul Nemzetidegen (Orang Asing Menjadi Bangsa). Film itu mengisahkan pejuang kemerdekaan pada Revolusi Hungaria 1956.
Naskah film itu ditulis oleh Laszlo yang merupakan suami Petra. Laszlo juga menyutradarai film itu.
Petra sempat didakwa dengan tuduhan melanggar perdamaian atas ulahnya pada September 2015 lalu. Sejumlah politisi partai oposisi pemerintah memprotes penghargaan tersebut, yang didanai menggunakan dana publik.
Wakil Ketua Parlemen Hongaria Sandor Lezsak, yang merupakan anggota partai pemerintah, Fidesz, tertangkap kamera mengucapkan selamat kepada Laszlo dalam pemberitaan lokal baik foto maupun video.
Hongaria menerapkan kebijakan tidak menerima pengungsi. Jika memang terpaksa, negara itu menerapkan aturan ketat bagi pengungsi untuk bisa tinggal di sana.
Pada Rabu kemarin, partai sayap kanan Jobbik menyatakan mendukung amandemen konstitusi Hongaria untuk mencegah pengungsi masuk.
Beredar isu rencana amandemen itu akan mewajibkan pengungsi membeli obligasi negara seharga 300.000 euro, setara Rp4 miliar, untuk bisa mendapatkan izin tinggal.
" Kami ingin melindungi Hongaria dari segala bentuk pendudukan," ujar Presiden Partai Jobbik, Gabor Vona.
Rencana amandemen konstitusi digulirkan sebagai reaksi atas rencana masa depan Uni Eropa mengenai penempatan para pencari suaka. Referendum rencana amandemen itu telah digelar, namun dinyatakan tidak sah lantaran 98 persen suara menyatakan penolakan.
(Ism, Sumber: arabnews.com)
Advertisement

Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’

Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?

Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
