4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Evakuasi Korban (Foto: Merdeka.com)
Dream - Kapal wisata bermuatan 20 penumpang terbalik di kawasan wisata Waduk Kedungombo di Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Boyolali, Jawa Tengah pada Sabtu, 15 Mei 2021 kemarin. Sembilan orang dinyatakan hilang.
Ratusan relawan dari tim SAR Gabungan yang diterjunkan. Mereka berhasil mengidentifikasi enam orang meninggal dari sembilan korban hilang.
" Keenam korban setelah dievakuasi dari lokasi kejadian langsung dibawa ke rumah sakit," Kepala Bidang Darurat BPBD Kabupaten Boyolali Kurniawan Fajar Prasetyo, dikutip dari Merdeka.com, Minggu 16 Mei 2021.
BPBD telah merilis nama keenam korban tewas yang berhasil diidentifikasi. Mereka yaitu:
1. Tituk Mulyani (38), warga Dukuh Krasak, Desa Mojoagung, RT 04/08, Kecamatan Karangrayung Grobogan;
2. Naswa Cayla Welda (6), warga Dukuh Larangan, RT04/03, Desa Ketro, Karangrayung, Grobogan;
3. Destri (8), warga Dukuh Karangmalang, RT 09/03, Desa Pilangrejo, Kecamatan Juwangi, Boyolali;
4. Zamzam Tabah Oktaviana (7), warga Dukuh Karangmalang, RT 09/03, Desa Pilangrejo, Juwangi, Boyolali.
5. Tri Iriana Wahyu Ningtyas (27), warga Dukuh Karangmalang, RT 09/03, Desa Pilangrejo Juwangi, Boyolali yang juga merupakan ibu dari korban Zamzam; serta
6. Acek Jalil Rasid (4), warga Dukuh Karangmalang, RT 09/03, Desa Pilangrejo, Juwangi, Boyolali.
Keenam korban tersebut saat ini sudah dibawa ke RSUD Waras Wiris Boyolali. Para korban juga segera diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.
Saat ini korban yang masih belum ditemukan berjumlah tiga orang. Tim SAR Gabungan pun masih terus melakukan pencarian dengan menerjunkan 525 personel relawan di lokasi.
Sementara itu, Kepala Polres Boyolali AKBP Morry Ermond mengatakan atas perintah Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi, kawasan wisata air Kedungombo untuk sementara ditutup hingga Senin, 17 Mei 2021.
Penutupan dilakukan guna keperluan penyelidikan, termasuk menyelesaikan upaya pencarian para korban yang masih belum ditemukan.
Morry menjelaskan terdapat dua pelanggaran yang dilakukan pemilik kapal. Pertama, melanggar protokol kesehatan dan kedua melanggar keselamatan.
Kapasitas perahu seharusnya hanya bisa menampung 12 penumpang. Tetapi saat kejadian diisi hingga 20 penumpang.
Dari 20 korban insiden kapal terbalik tersebut, ada 11 orang yang berhasil diselamatkan.
Dugaan awal, tenggelamnya perahu wisata tersebut bermula dari banyaknya penumpang yang berpindah ke bagian depan kapal untuk berswafoto. Hal itu pun membuat kapal tak seimbang
Air masuk ke dalam badan kapal hingga akhirnya terbalik. Untuk membantu proses evakuasi, tim SAR pun telah mengerahkan sejumlah peralatan penunjang seperti perahu karet hingga sejumlah ambulans untuk membawa para korban.
Sumber: merdeka.com
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
