Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Singh Gill Dan Daljinder Kaur, Sepasang Kakek Nenek Yang Baru Memiliki Anak (metro.co.uk)
Dream - Masih ingat dengan Daljinder Kaur, 72 tahun, asal Amitsar, Punjab, India? Meski sudah renta, Daljinder mendapat anugerah melahirkan seorang bayi laki-laki pada 19 April 2016. Bayi itu diberi nama Arman Singh.
Kini, setelah hampir satu tahun menjadi seorang ibu, Daljinder mengungkapkan pengalamannya. Dia mengatakan menjadi seorang ibu dengan kondisi fisik renta ternyata lebih sulit dari yang dia bayangkan sebelumnya.
Sejak melahirkan, Daljinder mengaku menderita karena tekanan darahnya selalu tinggi dan badannya terasa lemah.
" Tekanan darah saya tinggi dan saya sangat mudah lelah sekarang. Saya sudah periksa ke beberapa dokter tetapi mereka hanya memberi saya obat-obatan dan program diet.
" Saya mengkhawatirkan Arman. Saya harus menjaga kesehatan saya, tetapi saya juga harus mengurus Arman. Ternyata lebih sulit dari yang saya kira," katanya.
© Dream
Daljinder sudah menikah dengan suaminya, Singh Gill, 80 tahun, selama 47 tahun. Sebelumnya mereka sempat berputus asa karena tak juga diberi keturunan.
Akhirnya mereka melakukan terapi kesuburan di Haryana sejak 2013. " Saya merasa sedih karena tak bisa menghasilkan keturunan," kata Gill saat itu.
Di klinik kesuburan itu, mereka menjalani perawatan pembenihan in vitro (IVF). Dan ternyata, segala upaya yang mereka lakukan tidak sia-sia.
Anurag Bishnoi, orang yang menjalankan klinik kesuburan itu, mengatakan, " Pertama saya mencoba menghindari masalah karena Daljinder sangat lemah. Tapi kemudian rekam medisnya normal dan dia siap menerima perawatan."
Arman lahir dengan bobot hanya 1,6 kilogram. Sekarang berat badannya 6,8 kg, masih di bawah batas normal.
" Dia sangat kurus. Bahkan popok seukuran usianya kebesaran," keluh Daljinder.
© Dream
Tetapi, Daljinder sadar anaknya itu kurus karena tidak mendapat gizi yang cukup. Daljinder mengaku berhenti menyusui Arman saat bocah itu berusia tiga bulan. Itu karena dia tidak bisa menghasilkan susu dengan baik.
" Kami sudah bertanya dokter apakah ada obat yang dapat diberikan pada Arman agar berat badannya meningkat. Tapi mereka mengatakan biarkan Arman memiliki berat badan secara alami."
Meskipun banyak masalah, Daljinder mengatakan bahwa dia tidak menyesal melahirkan bayi di usia yang sangat renta.
" Tidak peduli di mana saya, dia akan datang merangkak ke saya. Saya mencintainya. Dia adalah anak yang ramah dan suka tersenyum pada semua orang," kata Daljinder.
(Sah/Sumber: metro.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya