Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Dream - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta jajarannya untuk terjun langsung ke lapangan menyerap aspirasi masyarakat. Dengan begitu, anggota Polri dapat melakukan evaluasi agar Korps Bhayangkara semakin dipercaya serta dicintai.
" Datang ke masyarakat dengarkan apa yang mereka inginkan," ujar Sigit saat memberikan pengaraan di Polda Lampung.
Bila perlu, kata Sigit, mengajak masyarakat berkumpul baik di tingkat Polsek, Polres, Polda. Sehingga setiap anggotanya tahu apa saja yang perlu ditingkatkan.
" Akan muncul trust dari masyarakat," kata Sigit.
Sigit menyatakan instruksinya berlaku untuk semua personel kepolisian di seluruh tingkatan. Ini semata demi meningkatnya kepercayaan masyarakat.
Selain itu, dia juga menegaskan pelayanan publik harus terus ditingkatkan. Sigit tak mau lagi mendengar pelayanan yang tidak sesuai harapan masyarakat.
" Layani dengan cepat pengaduan sehingga masyarakat mengetahui kita melakukan respons apa yang mereka keluhkan. Cek apakah itu berjalan atau belum karena ini tidak mudah. Mudah diucapkan tapi sulit dilaksanakan," kata eks Kabareskrim Polri itu.
Agar hal tersebut terwujud, perlu komando dari sosok berjiwa kepemimpinan kuat diiringi pengawasan sistem yang ketat. Sehingga potensi penyimpangan oknum kepolisian yang tidak menjalankan tugas sesuai dengan aturan dapat dicegah.
" Kita tak ingin anggota kita selama ini telah bekerja keras kemudian ada masalah hanya gara-gara kita tak memberikan bimbingan sehingga salah jalan terpengaruh lingkungan salah terus menjadi korban," ucap Sigit.
Selain itu, terang Sigit, semangat menuju Polri yang Presisi dapat dilakukan dengan menciptakan budaya memulai berbuat baik dari hal-hal yang kecil setiap harinya. Etika tersebut akan semakin memantapkan citra Polri yang profesional.
" Lakukan perbaikan, apabila tak mampu bersihkan dan evaluasi karena banyak anggota kita yang siap kerja dan tak rela kalau institusi kita dirusak oknum yang tak bisa memahami harapan organisasi dan masyarakat," tutur Sigit.
Lebih lanjut, Sigit mengatakan di era teknologi saat ini mau tidak mau Polri harus berbenah dan berubah menjadi lebih baik lagi. Budaya yang kurang baik selama ini harus dihapus.
" Budaya yang harus diperbaiki karena warisan lama mungkin sudah tak cocok. Bukan lagi anak buah layani pimpinan," papar Sigit.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya