Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kisah Sedih Ayah Yang Meninggal Saat Menjaga Putrinya Agar Tidak Kedinginan. (Foto: Khao Sod)
Dream - Cinta seorang ayah kepada anaknya tidak akan ada habisnya. Itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan seorang ayah yang meninggal saat menjaga putrinya.
Seorang ayah di Thailand dilaporkan telah meninggal dunia setelah berusaha memastikan putrinya tidak kedinginan dalam tidurnya.
Pria berusia 38 tahun itu ditemukan meninggal dunia oleh putrinya yang berusia delapan tahun di pagi hari.
Dia sudah berusaha membangunkan ayahnya. Tetapi dia hanya bisa menangis setelah tahu ayahnya telah meninggal dunia.
Suhu di provinsi Bueng Kan, yang terletak di timur laut Thailand, telah turun hingga 9 derajat Celcius malam itu.
Tetapi Prasarn Homthong, 38 tahun, hanya punya tiga helai selimut untuk menjaganya tetap hangat.
Berpikir bahwa dia bisa tahan terhadap cuaca dingin, Homthong memberikan semua selimutnya ke Panwira Noipha, putrinya.
Homthong akhirnya tidur di atas tikar, hanya mengenakan kaos lengan panjang dan celana pendek.
Dilaporkan bahwa konstruksi rumah Homthong yang berlantai satu juga belum sepenuhnya selesai.

Rumah berlantai satu tersebut kabarnya juga tidak memiliki pintu dan jendela.
Kondisi rumah yang tidak sepenuhnya selesai itu makin menambah dinginnya udara pada malam itu.
Namun pada tengah malam, Noipha terbangun. Dia melihat ayahnya meringkuk sambil menggigil kedinginan.
Bocah 8 tahun itu pun menyelimuti ayahnya dengan salah satu selimut yang dipakainya.
Keesokan paginya, Noipha mencoba untuk membangunkan ayahnya yang masih tertidur.
Namun ayahnya tetap tidak bangun. Noipha pun menghubungi bibinya yang tinggal di sebelah rumah.
Saat memeriksa Homthong, bibinya mengatakan kepada Noipha bahwa ayahnya telah meninggal dunia.
Pemeriksaan medis meyebutkan, Homthong meninggal karena hipotermia. Tubuhnya tidak dapat menyesuaikan diri dengan penurunan suhu di malam hari.
Menurut kerabat Homthong, dia tidak memiliki masalah medis sebelum kematiannya. Homthong, yang sudah bercerai, juga tinggal bersama putri sulungnya, Natharin Homthong, 14 tahun.
Namun pada malam peristiwa memilukan itu, dia tidur di rumah seorang kerabat.
(ism, Sumber: AsiaOne)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya