Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Saat Tinjau Pelaksanaan UN Di MAN 13 Jakarta (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjalin kerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk menelusuri akun penyebar karikatur berbau penistaan agama. Dia beralasan, karikatur yang tersebar luas melalui akun facebook `Charlie Heboh` itu dapat membangkitkan amarah masyarakat.
"Kami telah bekerjasama dengan Kemenkominfo dan aparat penegak hukum lain untuk mengusut penyebar dan situs yang dapat membangkitkan kemarahan publik lainnya," kata Lukman usai meninjau pelaksanaan Ujian Nasional di MAN 13 Jakarta, Senin, 4 April 2016.
Menurut Lukman, penyebar karikatur berbau penistaan agama itu tidak memahami kondisi masyarakat Indonesia. "Kondisi yang baik ini kerap disalahgunakan oleh orang-orang tertentu," ucap dia.
Untuk itu, dia mengimbau masyarakat untuk menahan diri dari sikap anarki. Sebab, menurut dia, cara tersebut merupakan tindakan paling beradab menghadapi masalah ini.
"Kami juga mengimbau umat Muslim untuk tidak terprovokasi dan terpancing melakukan tindakan anarkis yang lain. Itulah cara yang paling beradab dan santun dalam kondisi ini," ujar dia.
Sebelumnya diketahui, karikatur satir itu pertama kali muncul di media sosial Facebook pada Jumat lalu. Kartun itu merupakan edisi perdana dari komik yang diterbitkan melalui akun Charlie Heboh. Saat ditelusuri akun tersebut tidak dapat lagi diakses melalui media sosial Facebook.
Charlie Hebdo
Charlie Hebdo memang dikenal sebagai majalah satire. Media ini punya sejarah panjang dalam hal satire. Pada September 2012, Charlie Hebdo menerbitkan kartun seorang pria, yang disebut sebagai nabi, dalam kondisi telanjang.
Pada tahun 2011, kantor majalah itu dibom setelah menerbitkan edisi “guest-edited by Muhammad”. Yang disebut sebagai Shari’ah Hebdo.
Tragedi Charlie Hebdo pada Januari 2015 menewaskan sebanyak 17 orang korban. Para pemimpin dari negara-negara dan organisasi Islam dunia mengutuk keras penyerangan tersebut dan melarang pelaku penyerangan tersebut dikaitkan dengan Islam.
Tetapi, mendapat pembelaan tersebut, Charlie Hebdo justru membuat tindakan lebih provokatif dengan menerbitkan karikatur Nabi Muhammad. Hal itu memicu kecaman dari Muslim Perancis.
(Ism)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

Sering Mengalami Suduken Saat Olahraga? Ini Penyebab dan Cara Cepat Meredakannya

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'