Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Gatot Brajamusti Dan Dimas Kanjeng Telah Ditetapkan Kepolisian Menjadi Tersangka (Dream.co,id)
Dream - Beberapa minggu terakhir, masyarat digemparkan dengan kasus dari dua " pemimpin" padepokan, Aa Gatot Brajamusti dan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.
Kedua padepokan milik dua orang itu pun menjadi perhatian karena kerap menggunakan 'ajaran' yang tak biasa. Bahkan cenderung menyimpang.
Kementerian Agama (Kemenag) mengakui tak dapat mengontrol pendirian organisasi atau padepokan yang mengajarkan konsep menyimpang semacam itu. Bahkan, Kemenag cenderung tidak dapat melarang proses pendiriannya.
" Itu kewenangannya tidak sepenuhnya di Kementerian Agama. Orang mendirikan (padepokan) seperti itu kan tidak minta izin dulu ke Kementerian Agama, begitu saja (berdiri). Barulah setelah menjadi masalah besar, kami kena getahnya," kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Machasin, kepada Dream.co.id, Kamis, 29 September 2016.
Disinggung mengenai masalah Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, Jawa Timur, dan Padepokan Gatot Brajamusti di Sukabumi, Machasin menyebut kasus itu telah diperhatikan secara seksama oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag. Tetapi, Kemenag pusat akan terus memantau perkembangan kasus tersebut.
" Kalau di bawah (Kanwil) tidak teratasi akan (diselesaikan) ke pusat," kata dia.
Untuk masalah korban, Kemenag akan menurunkan tim penyuluh yang akan melakukan bimbingan. Rencana menurunkan tim penyuluh itu berkaca pada kasus rehabilitasi para pengikut Gafatar.
" Belajar pada Gafatar, yang kami lakukan ialah pembimbingan yang akan dilakukan oleh penyuluh-penyuluh," ucap dia.
Melihat fenomena padepokan beraliran sesat, dia mengimbau kepada masyarakat agar memperkuat rasionalitas dalam menerima ajaran semacam itu.
" Saya kira harus diperkuat masyarakatnya, jangan mudah terbawa oleh ajakan semacam itu. Kami berupaya agar masyarakat mengedepankan akal sehat dalam membuat keputusan," ucap dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang