Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustasi Pemberian Zakat (Foto: Shutterstock)
Regulasi audit zakat disiapkan untuk pusat hingga daerah.
Dream - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Ditjen Bimas Islam Kemenag) sedang menyusun regulasi pengelola amil zakat. Sekretaris Ditjen Bimas Islam Tarmizi mengatakan regulasi itu akan menjadi pedoman teknis bagi audit syariat lembaga pengelola zakat.
"Audit syariat penting untuk meningkatkan kepercayaan publik kepada amil zakat, baik Baznas maupun LAZ." kata Tarmizi, di Bogor, Jawa Barat, Selasa, 8 Mei 2018.
Diwartakan laman resmi Kemenag, Kepala Biro Hukum dan KLN Ahmad Gunaryo mengatakan pembuatan regulasi akan dipertimbangkan lebih cermat dan menyeluruh agar dapat diterapkan di lapangan.
"Jangan sampai kita membuat regulasi tapi sulit dilaksanakan karena mengatur yang tidak terjangkau, seperti soal penyiapan anggaran dan lain-lain," kata Ahmad.
Gunaryo mengatakan regulasi ini penting agar audit syariah tidak hanya dilakukan di tingkat pusat. Nantinya proses audit juga berlaku untuk pengelola zakat di tingkat provinsi hingga kabupaten atau kota.
Gunaryo berharap penyusunan regulasi itu lebih banyak menjaring masukan dari pengelola zakat agar cakupannya dapat diserap oleh Biro Hukum.
(Sah)