Pasar Di Riyadh, Arab Saudi (Foto: Shutterstock)
Dream - Arab Saudi baru saja menaikkan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 5 persen. Tak cuma itu, Saudi juga menaikkan pajak bagi warga asing atau Dependent Tax dua kali lipat.
Informasi dari perwakilan Indonesia di Arab Saudi menyebut Dependent Tax dibebankan pada setiap orang per bulan, dengan besaran meningkat secara berkala.
Pada 2017 lalu, besaran Dependent Tax untuk warga asing mencapai 100 riyal, setara Rp357 ribu.
Di tahun ini, pajak itu naik dua kali lipat menjadi 200 riyal, Rp715 ribu. Sementara pada 2019, pajak itu ditingkatkan menjadi 300 riyal, setara Rp1,07 juta.
Jika dilihat dalam perhitungan, seandainya satu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan tiga anak, maka setiap bulan keluarga itu harus membayar 500 riyal, setara Rp1,78 juta, pada 2017.
Pada 2018 satu keluarga itu harus mengeluarkan 1.000 riyal, setara Rp3,57 juta. Sedangkan pada 2019 nanti, keluarga itu harus membayar 12.000 Saudi Riyal, setara Rp42,9 juta.
Belum lagi harga bahan bakar per 1 Januari 2018 di Saudi juga mengalami kenaikan. Hal ini berpengaruh terhadap harga kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan informasi itu, beberapa staf perwakilan Indonesia memutuskan memulangkan keluarganya. Warga asing lain di Saudi juga melakukan keputusan serupa.
Kenaikan harga bahan bakar dan penerapan PPN itu disebut akan membuat impor produk Indonesia semakin berat. Itu karena daya beli masyarakat Saudi menurun.
Meski demikian, perwakilan Indonesia di Arab Saudi menyatakan ekspor Indonesia berjalan normal. Indikasi ini muncul karena sampai Oktober 2017, nilai ekspor Indonesia ke Arab Saudi berada di atas 5 persen. (ism)
Advertisement


5 Langkah Mengasah Pikiran Positif untuk Hidup yang Lebih Bahagia

Puting Lecet Saat Olahraga: Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengatasinya

5 Ritual Mingguan yang Bisa Membuat Hubungan Tetap Harmonis dan Dekat Menurut Terapis

Penggemar Musik Metal Ternyata Bisa Menahan Rasa Sakit Lebih Lama, Ini Penjelasannya

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda