CONNECT WITH US!
CONNECT WITH US!

Ketahuan Curhat, Kepala Militer Korut Dieksekusi Kim Jong-un

Reporter : Ahmad Baiquni | Rabu, 11 Januari 2017 08:02

Dream – Mantan kepala milter Korea Utara, Marsekal Ri Yong-ho, yang hilang sejak 2012 silam dipastikan telah dieksekusi. Ri dieksekusi setelah ketahuan mengeluh dalam telefon yang disadap, soal kepempimpinan Kim Jong-un.

Ri Yong-ho merupakan kepala staf umum tentara Korea Utara yang menjabat pada 2009 sampai Juli 2012. Tetapi, tiba-tiba keanggotaan dia di Partai Pekerja Korea Utara dicoret.

Pencoretan tersebut dibuat seolah-olah karena Ri menderita sebuah 'penyakit' yang belum diketahui jenisnya. Tidak lama setelah itu media Korea Selatan dan Barat melaporkan bahwa Ri menjalani tahanan rumah.

Tetapi, mantan diplomat Korea Utara yang membelot, Thae Yong-ho, mengungkapkan teori baru soal nasib Ri. Kepada media Korea Selatan, Yonhap, Thae memastikan Ri telah dieksekusi pada 2012.

Menurut Thae, sudah menjadi kebiasaan pemerintah Korea Utara untuk tidak mengumumkan siapa saja yang telah dieksekusi oleh pemimpinnya, Kim Jong-un.

 



Cooking With Filma - Tempura Sayur

Rekomendasi Pilihan



Jangan Anggap Remeh, 4 Penyakit Ini Bisa Ganggu Momen Lebaran

Jumat, 23 Juni 2017 17:02

Jangan sampai dilewatkan dengan tiduran saja karena 4 penyakit berikut ini.

5 Tanda Anda Dehidrasi

Jumat, 23 Juni 2017 16:40

Bibir yang kering dan rasa dahaga biasanya menjadi pertanda kalau tubuh kita kurang minum.

Libur Lebaran? Kunjungi Wisata Halal Pulau Santen Banyuwangi

Jumat, 23 Juni 2017 15:40

Wisata halal dikembangkan untuk membidik pangsa pasar Muslim di dunia.

Pulihkan Tubuh Setelah Sakit dengan Nutrisi Ini

Jumat, 23 Juni 2017 15:20

Makanan ini juga bermanfaat agar sakit tak datang lagi.

Kabar Gadis Diperkosa di ICU Merebak, Astaga yang Terjadi...

Jumat, 23 Juni 2017 15:09

Korban dibius dan diperkosa oleh seorang laki-laki yang bertugas menjaga ruang ICU.

Geger Pria yang Diduga Kades Tidur Beralas Duit Miliaran

Jumat, 23 Juni 2017 14:52

Lembaran kertas menyerupai uang itu terdiri dari pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu memenuhi lantai kamar dan tempat tidur.