Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Baterai Ponsel (Shutterstock)
Dream - Banyak sekali bos yang sangat mengatur karyawannya. Tapi kelakuan bos dari Wuhan, China, ini tidak pantas ditiru. Ia mewajibkan karyawan yang pulang untuk memperlihatkan screenshoot atau tangkapan layan penggunaan baterai ponsel.
Dikutip dari OddityCentral, peristiwa tersebut bermula ketika sang bos merasa performa perusahaan menurun karena karyawannya kebanyakan main hp.
Lantas sang bos mencoba mengatasi masalah dengan memeriksa ponsel milik karyawan sebelum pulang kantor setiap hari.
Salah seorang karyawannya kemudian membeberkan cara kontroversial tersebut yang langsung viral di media sosial.
Ia mengaku bersama rekan-rekan lain diwajibkan mengirimkan pemakaian baterai ponsel dalam sehari.
“ Keterlaluan, sih. Perusahaan yang mulai melakukan ini hal semacam ini biasanya sedang terjerembab dan jadi tanda juga kamu sebaiknya mengganti pekerjaan,” ujar salah seorang yang mengomentari unggahan tersebut di Weibo, media sosial Cina.
Selain merasa hal tersebut berlebihan, publik juga menyebut bahwa kebijakan itu sudah melanggar privasi pegawainya.
Namun, beberapa juga memberi trik agar bisa mengelabui sang bos, yakni dengan memakai dua ponsel berbeda.
Meski kini jadi perhatian publik, beberapa pegawai yang mengunggah kebijakan itu di media sosial kini merasa kesal. Sebab, mereka jadi harus berurusan dengan atasan dan khawatir kehilangan pekerjaan.
Setelah kontroversi itu, presiden dari perusahaan terkait sudah mengeluarkan pernyataan publik dan menjelaskan bahwa metode itu bukan bermaksud melanggar privasi karyawan.
Alih-alih demikian, tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas dari para pegawai. Agar mereka tidak terus-terusan memeriksa media sosial atau bermain game selama bekerja.
Sayangnya, penjelasan itu justru membuat publik semakin marah dengan perusahaan tersebut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya