4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Istibsyaroh Bersama Enam Delegasi Muslim Indonesia Bertemu Presiden Israel Reuven Rivlin (mfa.gov.il)
Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) sangat menyayangkan tindakan salah satu ketua mereka, Istibsyaroh, yang menemui Presiden Israel, Reuven Rivlin. Pertemuan tersebut dinilai sangat mencederai rakyat Indonesia dan umat Muslim di Tanah Air.
" Karena secara de facto Israel masih menjajah Palestina," kata Ketua MUI Bidang Luar Negeri, Kiai Muhyidin Junaidi, saat dihubungi Dream melalui telepon, Jumat 20 Januari 2017.
Pertemuan yang dilakukan Rabu 18 Januari 2017 itu disiarkan oleh laman resmi Kementerian Luar Negeri Israel. Sebuah foto juga diunggah dalam artikel berjudul " President Rivlin meets Muslim leaders from Indonesia" laman itu. Dan Istibsyaroh yang merupakan Ketua Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI terlihat di sana.
Muhyidin mengatakan, Istibsyaroh tidak pernah memberitahu MUI perihal pertemuan dengan pejabat negara yang tak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia itu. Jika memberi tahu, pasti MUI melarangnya berkunjung.
" Seharusnya orang yang gabung dengan MUI itu, harus paham betul sikap dan penolakan MUI," ucap dia.
Meski bersifat pribadi, tambahMuhyidin, Istibsyaroh seharusnya bersikap waspada karena membawa nama negara dan lembaga tempatnya menjabat. Dia juga mengaku tak tahu mengapa rekannya itu bisa lolos bertemu presiden negara Zionis itu.
" Bahkan, seakan tidak berdosa. No hurt feeling," Muhyidin menambahkan.
Menurut dia, kunjungan Istibsyaroh justru akan membuat masalah baru. Sebab, saat ini MUI sedang mendapat sorotan dari banyak pihak. " Ini ironis. Salah satu pimpinan MUI justru datang ke Israel. Bahkan, seakan-akan tidak tahu politik," ucap dia.
Sebagai pertanggungjawaban, Muhyidin meminta Istibsyaroh mundur dari keanggotaan MUI. Dia menganggap rekannya itu merusak persepsi orang mengenai MUI. Bahkan, secara tegas Muhyiddin menolak adanya tabayyun --pertemuan untuk klarifikasi.
" Tabayyun enggak dibutuhkan. Kenapa harus tabayyun? Karena pasti dia akan membela diri. Dia harus tahu diri dan tidak usah gabung ke MUI. Sebelum para pimpinan MUI mengadakan pertemuan (dengannya)," ujar Muhyidin.
Berkaca pada peristiwa itu, dia berharap, para anggota MUI, baik di pusat maupun daerah, paham mengenai posisi dan sikap yang diambil MUI terkait masalah Palestina dan Israel.
" Semoga tidak ada orang-orang semacam itu di MUI Pusat maupun daerah," ucap dia.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
