Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kim Jong Un Dikabarkan Menyundikkan Emas Ke Dalam Tubuhnya (Foto: Nextshar)
Dream - Menurut media lokal Korea Utara, Kim Jong-un dan segelintir elite negara itu menerima injeksi emas sebagai langkah pencegahan penyakit. Injeksi emas itu digadang-gadang sebagai obat baru yang akan menjadi bahan ekspor andalan Pyongyang di masa depan.
Dilaporkan NextShark, sejauh ini, hanya Kim dan elite negara itu yang bisa mendapatkan teknologi pengobatan terbaru itu. Referensi data obat MIMS menyebutkan, emas saat ini banyak digunakan dalam perawatan kanker dan radang sendi.
Emas juga bisa dipakai untuk mendeteksi HIV/AIDS serta membantu dokter dalam melakukan uji coba diagnostik dengan cepat.
Injeksi emas itu dikembangkan perusahaan Korut, Myohyang Trading Corporation. Injeksi emas dilaporkan bisa menyembuhkan macam-macam penyakit, di antaranya adalah kanker, obesitas, dan kepikunan.
" Injeksi ini berkhasiat dalam pengobatan dan pencegahan liver, hepatitis, sirosis hati, diabetes, insomnia, penyakit kanker, radang sendi, penuaan, kepikunan, kecanduan obat-obatan, alkohol dan zat kimia dan komplikasi lainnya.
" Selain itu, bisa menyembuhkan penyakit kronis serta obesitas. Injeksi ini dianjurkan untuk setiap orang karena bisa mengurangi kelelahan fisik dan menyegarkan diri," kata Myohyang.
© Dream
Selain Myohyang, para peneliti dari Pusat Pengembangan Pengobatan Oriental Korea juga telah mengembangkan lebih dari 50 obat anti kanker dalam bentuk ekstrak serta salep. Obat-obatan ini dipercaya dapat melarutkan tumor.
Obat-obatan tersebut dijamin tidak akan menimbulkan efek samping dan kecanduan.

" Kanker bukanlah penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Kami akan terus mengembangkan obat anti kanker yang efisien untuk melindungi kehidupan manusia," kata Ryu Il Nam, salah seorang peneliti.
Produk obat-obatan Korut ini rencananya akan dilengkapi dengan petunjuk dalam Bahasa Inggris, Mandarin, dan Rusia saat diekspor.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya