Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dua Bocah Belajar Sembari Jualan Bunga Di Jembatan Penyeberangan (viral4real.com)
Dream - Setiap orangtua menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Salah satunya memberikan pendidikan yang akan membuat mereka berguna di masyarakat.
Sayangnya, bagi sebagian keluarga, pendidikan adalah sesuatu yang sulit didapat. Kemiskinan telah menjadi masalah yang kerap menghambat anak-anak mendapat pendidikan.
Alhasil, sebagian orangtua kurang mampu lebih memilih membeli makanan dengan penghasilan mereka yang sedikit. Tidak ada bayangan dalam benak mereka anak-anak harus belajar ke sekolah.
Tetapi, kisah dua bocah bersaudara ini mengajarkan kemiskinan bukan penghalang meraih pendidikan.
Marlon Mendoza, 11 tahun, biasa bersama adiknya, Melvin, 9 tahun, pergi ke sebuah sekolah di San Antonio, Quezon, Filipina. Meski dari keluarga kurang mampu, mereka tetap bersekolah.
Sepulang sekolah, Marlon dan Melvin akan menemui ibu mereka yang telah membawa seratus karangan bunga sampaguita mini. Mereka lalu pergi ke arah yang berbeda dan mulai menjual bunga.
© Dream
Jika semua karangan bunga itu laku, Marlon dan Melvin akan membawa pulang uang 2.000 peso atau Rp130 ribu ke rumah.
Ibu mereka, Rochelle, 37 tahun, biasanya menunggu di sisi jalan di North Avenue. Sementara kedua anak itu, yang masih berseragam, berjualan bunga di atas jembatan penyeberangan.
Di sela-sela menunggu dagangan laku, kedua bocah itu menyempatkan diri belajar. Mereka kadang menyelesaikan pekerjaan rumah sembari berjualan.
Sementara banyak anak dan remaja lainnya menyia-nyiakan pendidikan, kedua anak ini berjuang untuk belajar sambil mencari uang sendiri.
Mungkin mereka bisa menjadi contoh bagi anak-anak di luar sana pendidikan itu sangat berharga.
Sumber: viral4real.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya