Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Pembaretan Calon Prajurit TNI (Foto: YouTube/Bang Jhon)
Dream - Usai menjalani serangkaian ujian dan pelatihan, perjuangan panjang para calon prajurit TNI telah sampai di ujung penantian. Pembaretan menjadi momen yang paling dinantikan bagi para calon prajurit yang disumpah untuk mengabdikan dirinya untuk negara.
Kala itu, para prajurit dipertemukan dengan anggota keluarga untuk dipasangkan perlengkapan saat pembaretan. Namun, pengalaman salah satu prajurit berikut ini justru berbeda.
Ia sama sekali tak didampingi oleh keluarga. Sehingga, sang komandan pun turun tangan untuk melakukan pembaretan dengan penuh haru.
Penasaran seperti apa momen yang mengahrukan tersebut? Simak kisah selengkapnya berikut ini, dikutip dari kanal YouTube Bang Jhon.

Dalam video yang diunggah kanal YouTube Bang Jhon pada 14 Juli 2019, pembaretan Korp Infanteri TNI AD berlangsung di Pantai 'Kura-Kura Beach' Bengkayang, Kalimantan Barat.
Momen penting ini diselenggarakan usai para prajurit berhasil menempuh pendidikan dan latihan selama 1 bulan untuk menjadi bagian dari Korp Infanteri.
" Pembaretan Korp Infanteri proses akir setelah melaksanakan latihan kurang lebih selama 1 bulan merupakan kebanggaan bagi setiap prajurit yang mampu melewatinya. Dengan dipasangkannya baret berwarna hijau dengan lambang infanteri, prajurit sudah sah menjadi warga Korp Infanteri," dikutip dari keterangan video.

Momen penting itu pun berlangsung ramai dan haru. Hal ini lantaran banyak anggota keluarga dari masing-masing prajurit yang diizinkan untuk bertemu sekaligus memasangkan baret dan pin.
Kebahagiaan terpancar di wajah setiap prajurit yang selalu sigap nan penuh kedispilinan. Para anggota keluarga pun ramai memadati lokasi sembari mengabadikan momen membahagiakan tersebut.

Di tengah hiruk-pikuk para prajurit yang berhasil bertemu dengan anggota keluarganya, pemandangan haru justru terlihat di belakang barisan. Terlihat satu prajurit sama sekali belum mengenakan perlengkapan saat pembaretan.
Rupanya, tak ada satu anggota keluarga pun yang berkesempatan hadir untuknya. Melihat hal tersebut, sang komandan seketika langsung meminta izin untuk melakukan pembaretan.
" Saya pasang ya," ujar sang komandan.
" Siap," katanya tegas.
" Jangan marah bapakmu, ya," ucapnya lagi.
" Siap," balasnya singkat.

Sang komandan yang berdiri di belakang prajurit tampan nan gagah tersebut langsung memasangkan pin di dada sebelah kiri. Setelah itu, baret hijau pun tak lupa juga dipasangkan di atas kepala. Selesai dengan proses pembaretan, sang komandan langsung melayangkan ucapan selamat dan memanjatkan doa.
Selamat, ya," ucap sang komandan.
" Siap," balasnya.
" Sukses kamu," katanya.
" Siap," jawabnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya