Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Klinik Apung Dompet Dhuafa Dan Kimia Farma (Istimewa)
Dream - Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki sejumlah pulau yang berpenghuni. Lantaran terpisah perairan, masyarakat kesulitan untuk bepergian ke wilayah lain, termasuk untuk mengakses layanan kesehatan.
Melihat kondisi itu, Lembaga Amil Zakat dan Donasi Dompet Dhuafa bersama Kimia Farma dan Rumah Cerdas selaku mitra lokal meluncurkan Klinik Apung. Ini merupakan layanan alternatif untuk memudahkan masyarakat NTB mendapatkan akses kesehatan.
" Dompet Dhuafa, Kimia Farma dan Rumah Cerdas bekerjasama menyiapkan klinik apung untuk masyarakat Nusa Tenggara Barat yang tidak terakses dengan program kesehatan," ujar General Manager Program Kesehatan Dompet Dhuafa, Rosita Rivai, dalam keterangan tertulis diterima Dream, Kamis 4 April 2019.
Tujuan pembangunan klinik apung ini, tambah Rosita, untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat NTB dari segi kesehatan.
Tercatat, ada tujuh wilayah NTB yang dapat mengakses klinik apung ini yakni Dusun Telaga Lupi, Desa Tawun, dengan penduduk kurang lebih 80 KK, Kampung Teluk Gok, Desa Tawun, kurang lebih terdapat 70 KK, Gili Nunggu, Desa Tuwun, Gili Gede kurang lebih 450KK atau sekitar 1400 jiwa.
Kemudian Gili Asahan, Desa Labuan Poh Kurang lebih terdapat 300 jiwa, Dusun Geresak, Desa Tawun, kurang lebih terdapat 75 KK dan Dusun Bangko-Bangko, Desa Labuan Poh kurang lebih terdapat 200 KK.
Rosita berharap program kerjasama semacam ini bisa terus dikembangkan dan diikuti oleh lembaga lain. Sehingga masyarakat di wilayah kepulauan atau terpencil dapat menikmati fasilitas kesehatan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya