JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
(Foto: Shutterstock)
Dream - Belakangan ini, akun media sosial riuh menjadi tempat bertemunya orang-orang untuk mendiskusikan banyak hal. Tak terkecuali Twitter yang masih dimanfaatkan untuk membicarakan hal menarik.
Namun dalam beberapa bulan terakhir, Twitter malah sering diramaikan oleh warganet yang melakukan ancaman satu sama lain. Menyebar ujaran kebencian, memfitnah orang lain bahkan mempermalukan orang lain dengan tujuan tertentu.
Untuk memperbaiki kekacauan itu, Twitter memperbaiki sistem mereka dan meluncurkan sejumlah perangkat baru untuk mencegah penyalahgunaan, serta pelecahan secara daring di platformnya.

Tujuan itu tentunya sangat baik, tapi ada seorang pria yang merasa kesal dengan aturan baru tersebut. Lantaran ia menjadi korban salah sasaran akibat alasan yang sangat konyol. Dia menjadi sangat terkejut karena akunnya telah diblokir oleh pihak Twitter.
Majalah bisnis AS Fortune melaporkan bahwa Twitter telah meluncurkan sebuah alogaritma untuk mendeteksi perilaku kasar dengan melihat dan membatasi kata-kata yang menyinggung.
© Dream
Pada tanggal 20 Agustus lalu, pria yang menggunakan akun Twitter @nemuismywife berulang kali digigit nyamuk saat sedang menonton televisi. Setelah membunuh nyamuk itu, kemudian pria itu mencuitkan kekesalannya di Twitter.
" Bagaimana bisa kamu menggigit seluruh tubuhku, sementara aku hanya mencoba santai dan menonton tv? Mati!"

Tak ketinggalan, dia juga menambahkan gambar serangga mati dalam unggahannya itu.
© Dream
Tapi, tak lama kemudian dia menerima pesan dari Twitter dan memperingatkan mengenai kata-kata yang telah digunakannya. Kemudian, ia dilarang untuk menggunakan akunnya dan dibekukan serta tak dapat diaktifkan kembali.
Dia membuat akyn Twitter baru, @DaydreamMatcha, untuk mengkritik keputusan Twitter.
" Aku saya sebelumnya dibekukan secara permanen setelah saya mengatakan bahwa saya membunuh seekor nyamuk. Apakah ini sebuah pelanggaran?"
Cuitan kekesalan itu telah dibagikan ulang lebih dari 31 ribu kali dan mendapat pesan like lebih dari 27 ribu.
(Sumber: Viral4real)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
