Viral! Lansia Tidur di Ranjang Cor, Ini Kata Pemilik Panti

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 20 November 2019 13:01
Viral! Lansia Tidur di Ranjang Cor, Ini Kata Pemilik Panti
Ada kisah sedih dari berdirinya panti lansia ini.

Dream - Media sosial kerap menjadi rujukan informasi dan kabar. Baru-baru ini, akun Instagram @makassar_iinfo membagikan foto-foto lansia yang tidur di ranjang cor.

Akun Instagram itu menulis bahwa para lansia yang tinggal di Panti Dhuafa Lansia Ponorogo, Jawa Timur itu dikabarkan ditinggalkan begitu saja anak-anaknya.

Penanggung Jawab Panti Dhuafa Lansia Ponorogo, Rama membenarkan ranjang yang dicor itu berada di panti jomponya.

" Itu dipan dicor benar adanya. Itu sebenarnya kita sudah kasih gabus spon yang dilapisi matras anti air," ujar Rama kepada Dream, Rabu, 20 November 2019.

Rama menjelaskan, lapisan gabus itu saat ini sudah tidak lagi digunakan lantaran para lansia itu buang air kecil dan besar hanya bisa dilakukan di tempat tidur.

" Kenapa buat dipan cor? Itu sebenarnya untuk mempermudah kita membersihkan mbah-mbah ini. Pup dan kencing ini kan di situ, terus kami juga nggak mungkin ngangkatin satu-satu ke kamar mandi," ucap dia.

 

1 dari 3 halaman

Menunggu Donatur

 Kondisi kamar panti lansia, Panti Dhuafa Lansia Ponorogo (Foto: Instagram @makassar_iinfo)

Kondisi kamar panti lansia, Panti Dhuafa Lansia Ponorogo (Foto: Instagram @makassar_iinfo)

Lebih lanjut, kata dia, ruangan yang memiliki ranjang cor itu diperuntukkan bagi lansia yang sudah tidak bisa melakukan aktivitas.

Setidaknya ada 18 lansia yang sudah tidak dapat melakukan aktivitas apa-apa, dari total 80 orang yang ada di Panti Dhuafa Lansia Ponorogo itu.

" Kalau sebenarnya ruangan sendiri-sendiri. Ada ruang produktif putra, putri, ada yang masuk ruang khusus (ranjang cor) karena mbahnya itu tadi poop, kencing sudah satu," kata dia.

Rama menjelaskan, mengenai ada ranjang cor yang terkelupas. Pihak panti belum sempat memperbaiki. Sebab, orang yang menempati ranjang cor tersebut baru meninggal dunia.

Dia menegaskan, lansia yang dirawat di pantinya selalu mendapat perawatan di rumah sakit untuk mendapat pelayanan medis.

" Karena dua bulan terakhir banyak meninggal karena sakit. Meninggal itu pun tidak di panti. Di rumah sakit," ujar dia.

Untuk biaya, Rama mengaku berterima kasih dari pemberitaan media karena ada donatur yang memberikan bantuan.

" Ya dari media saja. Untuk bantuan para donatur selama ini untuk mencukupi makan minum setiap hari dan mencukupi seumpamanya ada yang meninggal, ada yang sakit dan transportasinya juga," kata dia.

 

2 dari 3 halaman

Jual Akik

 Kondisi panti lansia, Panti Dhuafa Lansia Ponorogo (Foto: Instagram @makassar_iinfo)

Kondisi panti lansia, Panti Dhuafa Lansia Ponorogo (Foto: Instagram @makassar_iinfo)

Panti Dhuafa Lansia Ponorogo yang berdiri pada 2016 saat ini sudah memiliki dua tempat. Menurutnya, kedua tempat tersebut hanya berjarak satu kilometer.

" Kalau yang pertama itu berdiri 2016 untuk yang masih produktif. Kalau di sini baru satu tahun untuk yang sudah tidak bisa apa-apa dan produktif juga ada," kata dia.

Dilaporkan Jatimnow, Panti Dhuafa punya kisah tersendiri. Rama mengatakan, panti itu dibuat untuk mengenang masa-masa kelamnya sebagai pemulung.

" Dulu saya seperti mereka, pemulung yang pasti dijauhi oleh orang-orang," kata dia.

Kehidupan Rama mulai berubah saat dia mengenal akik. Bermodal Rp80 ribu pada 2015, Rama mencari batu kaseldon yang diubah menjadi aksesoris.

" Saya membeli bongkahannya, lalu saya potong kecil-kecil kemudian saya jual. Dari Rp 80 ribu menjadi Rp 4 juta," ujar dia.

3 dari 3 halaman

Berliku

Karena sudah memiliki pelanggan, Rama terus mengembangkan usaha batu akik miliknya. Usaha itu terus melambungkan keuangannya, sebab omzet yang didapatnya dari usaha batu akik yaitu Rp 486 juta. Dari keuntungan itu, Rama membeli tanah, rumah dan lain-lain.

Perjalanan Rama menampung para lansia ini terbilang cukup berliku karena pengaruh usaha akik yang dijalaninya kini mulai menurun. Untuk memenuhi kebutuhan para lansia yang dirawatnya, Rama banting setir menjual berbagai macam plastik.

Ketika dia tidak punya biaya untuk merawat para lansia, ada saja uluran tangan dari para dermawan, termasuk para Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja di Hongkong.

Saat ini, Rama sudah melakukan MoU dengan empat Dinas Sosial, yaitu Dinsos Kabupaten Ponorogo, Magetan, Madiun dan Trenggalek. MoU itu salah satunya yaitu, bila dinsos terkait menggaruk lansia, akhirnya dikirim ke rumah singgah milik Rama.

" Kemarin, Kemenkumham membantu membangun wisma lansia ini," kata dia.

Sekarang, Rama mengelola empat rumah lansia. Dua di Kabupaten Ponorogo, satu di Kabupaten Tulungagung dan satu lainnya di Kabupaten Blitar.

Beri Komentar
Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting