Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mengapa Manusia Punya Upil Atau Kotoran Hidung? (Foto: Freepik)
Dream - Kotoran hidung atau biasa disebut upil seringkali mengganggu kenyamanan. Penampilan juga bisa terganggu jika kamu tak menyadari kotoran itu terlihat jelas oleh rekan kerja atau teman.
Dianggap gangguan, seseorang biasanya akan langsung mengeluarkan upil tersebut. Mereka selalu berharap tak pernah lagi memiliki kotoran hidung.
Keinginan tersebut ternyata tak sepenuhnya tepat. Banyak yang tak tahu jika keberadaan upil di dalam rongga hidung itu menandakan tubuh kita sehat.
Keberadaan upil yang dianggap mengganggu itu menjadi pertanda sistem pernapasan kita bekerja dengan baik.
Seperti diketahui, banyak sekali benda asing di sekitar kita yang berusaha masuk ke dalam tubuh melalui hidung.
Beberapa benda asing itu misalnya kuman, debu, alergen, dan kotoran yang ada di udara. Ketika kita bernafas, mereka juga akan ikut tersedot ke dalam hidung.
Jika benda-benda berbahaya itu sampai ke paru-paru, organ pernapasan kita akan kesulitan melakukan pekerjaannya, yaitu memproses oksigen dan melepaskan karbon dioksida.
Untuk membantu memastikan paru-paru tidak terganggu saat melakukan pekerjaannya, selaput pada rongga hidung terus menghasilkan lendir setiap saat.
Lendir yang sering kita sebut ingus ini akan menempel di bagian dalam hidung. Tanpa kita sadari, ingus ini bertugas menghentikan atau memperlambat benda-benda asing berbahaya tadi masuk lebih jauh ke saluran pernapasan.
Inilah sebabnya tubuh kita memproduksi ingus begitu banyak ketika kita pilek. Itu adalah salah satu upaya untuk menjaga virus keluar dari sistem pernapasan dan menulari yang lainnya.
Ingus ini juga memiliki fungsi pertahanan yang lain yaitu untuk mencegah saluran hidung mengering.
Jika bagian dalam hidung terlalu kering, maka akan menciptakan jalan masuk baru bagi kuman untuk memasuki tubuh.
Jadi, menjaga kelembapan hidung juga menjadi tugas penting yang lain dari ingus ini.
Debu, kotoran, dan benda asing lainnya nantinya akan menempel pada ingus dan rambut halus dalam hidung yang disebut silia.
Berbagai benda asing yang menempel pada ingus itu akan mengering hingga akhirnya menjadi kotoran hidung yang disebut upil.
Seperti yang kita tahu, tidak semua upil memiliki bentuk yang sama. Misalnya, ada upil yang basah dan lengket. Tapi ada juga yang keras.
Semua ini disebabkan oleh berapa lama lendir bercampur benda asing ini berada di dalam hidung kamu.
Jadi, keberadaan upil ini tidak usah dirisaukan. Jika ingin membersihkannya, kamu cukup menghembuskan udara dari hidung dengan keras.
Jangan terbiasa mengorek kotoran hidung dengan jari. Karena benda asing berbahaya di dalam upil bisa berpindah ke kuku jari.
Jika kamu melihat lendir meningkat secara signifikan atau berubah warna, itu mungkin merupakan tanda kamu mengalami reaksi alergi atau terkena penyakit. Segera hubungi dokter jika kamu mulai mengalami gejala-gejala tersebut.
(sah, Sumber: HowStuffWorks)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya