Ayah Cuma Tamat SD, Mahasiswa Ini Jalani Sidang Skripsi di Depan Sri Mulyani

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 22 Juni 2019 17:00
Ayah Cuma Tamat SD, Mahasiswa Ini Jalani Sidang Skripsi di Depan Sri Mulyani
Salah satu yang dia uji yaitu putra lulusan SD.

Dream - Selain tugasnya sebagai menteri keuangan, Sri Mulyani juga masih menyempatkan diri memberi kuliah para mahasiswanya di Universitas Indonesia (UI). Sri Mulyani bahkan sempat menjadi penguji sejumlah mahasiswa dalam sidang skripsi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI).

Selama sepekan ini, Sri Mulyani menjadi ketua sidang skripsi dan dosen penguji. Dia menguji dua mahasiswa, Mendra Roberto dan Meila Husna.

"Meila maju ke sidang dengan judul skripsi Apakah Penerapan Desentralisasi memberikan Dampak yang Tidak Baik? Bertindak sebagai pembimbing adalah Dr M.H Yudhistira," tulis Sri Mulyani di Instagram resminya @smindrawati, Sabtu, 22 Juni 2019.

 
 
 
View this post on Instagram

Setelah menjadi ketua sidang skripsi Khaira dan  Prima, keesokan harinya saya menjadi penguji dua mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) yaitu Mendra Roberto dan Meila Husna. Saya didampingi penguji  dari FEB UI yaitu Prof. M. Ikhsan yang juga anggota Tim Ahli Wakil Presiden. Meila maju ke sidang dengan judul skripsi Apakah Penerapan Desentralisasi memberikan Dampak yang tidak baik? Bertindak sebagai pembimbing adalah Dr M.H Yudhistira. Sementara itu Roberto mengajukan skripsi berjudul Examining the Impact of Economic Inequality on Evironmental Degradation : The Evidence from ASEAN+5. Pembimbing Mendra adalah Dr. Djoni Hartono. Yang menarik dari Roberto adalah dia menjadi sarjana pertama di keluarganya dengan ayah yang hanya lulus SD saja. Kedua mahasiswa lulus dengan baik serta penelitian mereka layak diperdalam untuk dilanjutkan pada jenjang pendidikan berikutnya. Selamat ! Jakarta, 19 Juni 2019

A post shared by Sri Mulyani Indrawati (@smindrawati) on

Sri Mulyani mengatakan, Roberto mengajukan skripsi berjudul Examining the Impact of Economic Inequality on Evironmental Degradation : The Evidence from ASEAN+5.
Roberto dibimbing oleh Dr. Djoni Hartono.

Sri Mulyani memberi catatan khusus saat menguji Roberto. Dia mengatakan, Roberto merupakan calon sarjana pertama di keluarganya.

"Dengan ayah yang hanya lulus SD saja," ujar dia.

Sri Mulyani mengatakan, dua mahasiswa yang menjalani sidang skripsi itu mampu lulus dengan baik. "Penelitian mereka layak diperdalam untuk dilanjutkan pada jenjang pendidikan berikutnya," kata dia.

1 dari 5 halaman

Sri Mulyani Ingin Bayar Pajak Semudah Beli Pulsa Ponsel

Dream - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, ingin pembayaran pajak lebih mudah daripada membeli pulsa telepon. Sehingga, wajib pajak lebih mudah membayar pajak.

" Saya bilang sama Pak Robert (Dirjen Pajak Kemenkeu) dan timnya. Saya ingin membayar pajak lebih mudah dari beli telepon. Kalau pulsa dalam semenit, kita bisa pakai mobile banking. Harusnya bayar pajak lebih mudah lagi," kata Sri Mulyani, dikutip dari Merdeka.com, Selasa 18 Juni 2019.

Menurut Sri Mulyani, penyederhanaan pembayaran pajak menjadi kunci penting dalam meningkatkan rasio pajak. Tak hanya itu, pengawasan dan penegakan hukum juga tidak kalah penting untuk terus ditingkatkan.

" Makanya reform di bidang administrasi dan proses itu menjadi penting, bagaimana disederhanakan, bagaimana proses untuk complience, pembayaran. Di luar itu kami tetap melakukan enforce complience. Terutama pengawasan dan penegakan hukum namun ini dilakukan berdasarkan resiko dari penerimaan perjalanan dan profil dari tax payer," kata dia.

Sri Mulyani mengatakan, dari sisi penyederhanaan administrasi perpajakan, Kemenkeu melalui Ditjen Pajak dan Ditjen Bea dan Cukai, sudah melakukan beberapa terobosan. Salah satunya optimalisasi penyampaian informasi melalui media digital.

" Terobosan dari sisi administrasi perpajakan, ini adalah tiga hal termasuk optimalisasi media digital, mobile tax unit kita perbaiki bisnis prosesnya, dan juga perbaikan dalam pembayaran pajak atau tax," kata dia.

[crosslink_1]

2 dari 5 halaman

Intip Oleh-oleh Eyang Sri Mulyani untuk Cucunya

Dream – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, belum lama ini menghadiri pertemuan G-20 di Fukuoka, Jepang. Sebelum pulang ke Indonesia, Sri Mulyani berbelanja di Bandara Fukuoka

Dikutip dari akun Instagram Sri Mulyani, @smindrawati, Selasa 11 Juni 2019, dia ditemani oleh Managing Director International Monetary Fund (IMF), Christine Lagarde. Mereka membeli pernak-pernik untuk cucu-cucunya.

“Dua Eyang sibuk memilih oleh-oleh cucu di Airport Fukuoka – Jepang,” tulis Sri Mulyani.

Sri Mulyani berbelanja bersama Christine sebelum pesawat lepas landas. Pernak-pernik yang dibelinya seperti action figure, sepatu bayi berwarna kalem, sampai hiasan rambut yang warnanya lembut.

“Setelah Pertemuan #G20, dalam perjalanan kembali ke tempat masing-masing, sesaat sebelum boarding pesawat. Eyang @christinelagarde dan Eyang Sri Mulyani sibuk memilih pernik-pernik oleh-oleh untuk cucu-cucunya #G20fukuoka #christinelagarde,” tulis dia.

      View this post on Instagram

Dua Eyang sibuk memilih oleh-oleh untuk cucu di AirPort Fukuoka -Jepang. Setelah Pertemuan #G20, dalam perjalanan kembali ke tempat masing-masing, sesaat sebelum boarding pesawat. Eyang @christinelagarde dan Eyang Sri Mulyani sibuk memilih pernik-pernik oleh-oleh untuk cucu-cucunya. #G20fukuoka #christinelagarde

A post shared by Sri Mulyani Indrawati (@smindrawati) on 

3 dari 5 halaman

Warganet Minta Oleh-oleh?

Melihat unggahan ini, ada-ada saja yang dilakukan oleh warganet. Ada yang meminta Sri Mulyani dan Lagarde memborong oleh-oleh.

Ayooo borong semua OMA...mumpung sedang berada di Indonesia....okey,” tulis @reny131.

Ada juga yang ingin mendapatkan oleh-oleh.

Eyang-eyang paling keren di bumi, garang di forum, tapi, eh, ketemu stand oleh-oleh jadi kalap. Bagi sebiji napa, Bu,” tulis @mona_cen.

Bu @smindrawati, mau dong oleh-olehnya,” tulis @tole196.

Malah, ada juga yang ingin jadi cucu Sri Mulyani. “ Mau jd cucu nya ibu #eeh,” tulis @winnylaura15.

4 dari 5 halaman

Jawaban Menohok Sri Mulyani Soal Seruan Boikot Pajak

Dream – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, angkat suara tentang seruan boikot bayar pajak yang dilontarkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono. Menkeu Sri Mulyani menegaskan pembayaran pajak telah diatur oleh Undang-Undang Perpajakan dalam upaya menjaga negara Indonesia.

" Masalah perpajakan kan sudah diatur oleh undang-undang, jadi kalau kita mau menjaga negara ini bersama, ya kita harus menjalankan kewajiban. Boleh meminta haknya tetapi juga kewajiban harus dilakukan," kata dia di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Jumat 17 Mei 2019.

Sri Mulyani mengatakan membayar pajak adalah bagian dari menjaga kebersamaan dalam penyelenggaraan negara di dalam pemerintahan. Di samping itu, pembayaran pajak juga merupakan bagian untuk menunjang penyelenggaraan negara dari sisi perekonomian, termasuk dari sisi seluruh jasa pemasyarakatan.

Mantan pejabat Bank Dunia ini mengatakan penerimaan pajak akan digunakan banyak pihak, misalnya untuk membangun jalan, sekolah, sampai rumah sakit.

Dari pajak, pemerintah juga bisa ikut menyediakan layanan sarana dan prasasana dari air sampai listrik.

" Seluruh aparat termasuk DPR, partai politik pun juga dapat dari APBN jangan lupa. Karena mereka mendapat per kepala, jadi kalau ngga mau bayar pajak ya masak negaranya nggak jalan," kata dia.

5 dari 5 halaman

Tak Khawatir

Sri Mulyani mengaku tidak khawatir atas seruan atau ajakan untuk tidak menbayar pajak bakal banyak dipenuhi masyarakat. Sebab dia melihat tidak banyak pula politisi yang mendukung ajakan tersebut.

" Kalau saya lihat di antara teman-teman politisi sendiri juga sudah pada berkomentar. Jadi, saya tetap berharap bahwa masih banyak yang memiliki cara pendekatan kenegarawanan yang baik," kata dia.

Sebelumnya, Arief Poyuono menyatakan seruan boikot pajak itu sebagai bentuk pelaksanaan hak masyarakat karena mengakui pemerintahan hasil Pilpres 2019. Arif mengajak seluruh pendukung kubu pasangan calon 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno untuk memboikot membayar pajak.

" Tolak bayar pajak kepada pemerintahan hasil Pilpres 2019 yang dihasilkan oleh KPU yang tidak legitimate," ujar Arief seperti dikutip dari siaran pers yang diterima.(Sah)

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik