Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penolakan Jenazah Anggota TNI (Foto: Instagram @tnilovers18)
Dream - Sudah berkali-kali masyarakat diimbau mengenakan 3M: menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan, untuk mencegah penularan Covid-19. Tapi sayangnya, masih banyak warga mengabaikan imbauan tersebut.
Anehnya lagi, orang-orang yang kerap mengabaikan imbauan protokol kesehatan dan seolah tidak takut tertular Covid-19 itu menolak jika ada jasad pasien yang terpapar corona dimakamkan di lingkungannya.
Tentu ini sebuah paradoks, di satu sisi mereka mengabaikan protokol kesehatan, tapi mereka seolah takut bla ada jasad pasien Covid-19 yang hendak dimakamkan di lingkungannya.
Lihatlah video yang diunggah akun Instagram @tnilovers18 berikut ini. Terlihat sejumlah orang yang menolak jasad pasien Covid-19 dimakamkan di lingkungan mereka.
Namun, mereka sama sekali tidak berupaya melindungi diri dengan masker!
Peristiwa yang terekam dalam video tersebut adalah prosesi pemakaman mantan Danramil Pojong Gunungkidul. Peristiwa itu terjadi di Padukuhna Trengguno Lor, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Jumat 11 Juni 2021.
Akun tersebut menulis bahwa jasad sang mantan Danramil ditolak warga karena terpapar Covid-19. Akun itu menyertakan ketarangan video itu, sebagai berikut:
Mirisss ???? Jenazah Purnawirawan TNI (Mantan Danramil Ponjong Gunungkidul) Mayor Inf Purn Suyitno ditolak warga lantaran dinyatakan positif Covid-19.
Lokasi : Padukuhan Trengguno Lor, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Jumat 11 juni 2021 kemarin.
Yang nolak katanya takut covid tapi kok gak pakai masker yo? ???????? Semoga almarhum tenang di sisi Tuhan," tulis keterangan unggahan.

Dalam klip tersebut, terlihat seorang pria dengan tegas menolak jenazah sang purnawirawan TNI.
" Menolak nek di kubur ten mriki. Intine ngoten mawon (menolak kalau di kubur di sini. Intinya begitu saja)," kata seorang pria yang menolak.
" Nek ten mriki mboten angsal. Monggo nek ten liane monggo. Sik jelas ten lingkungan mriki mboten angsal (Kalau di sini enggak boleh. Silakan kalau di tempat lainnya. Yang jelas kalau lingkungan sini enggak boleh)," imbuhnya.
Saat ditanya alasan menolak jenazah di makamkan di wilayah tersebut, pria itu menjawab jika warga setempat takut ikut terpapar virus Corona.
" Permasalahanipun? (permasalahannya)" tanya pria berjaket.
" Permasalahane nggih sik jelas corona niku pak (permasalahannya jelasnya ya corona itu pak)" jawabnya.
" Lha nek corona dimakamke ten mriki dampake nopo? (lha kalau corona di makamkan di sini dampaknya apa)" tanyanya lagi.
" Nggih sik jelas niku nek lingkungan mriki wedi le penyakit niku. Intine naming niku pak (ya yang jelas kalau di lingkungan sini takut penyakit itu. intinya cuma itu pak)" jawab pria tersebut.
Para netizen pun memberikan beragam komentar atas video tersebut. Seperti para netizen berikut ini.
" Astagfirullah .. pakai hati jangan pakai rasa takut," tulis akun netizen.
" Dia siapa? Tokoh masyarakat?" sambung lainnya.
" Nolak tapi dia sendiri gapake masker," imbuh akun lain.
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya