Miris! Tak Ada Hazmat Pakai Plastik Sampah, 3 Perawat Tertular Corona

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 10 April 2020 13:48
Miris! Tak Ada Hazmat Pakai Plastik Sampah, 3 Perawat Tertular Corona
Kami menangis dalam hati namun tetap menunjukan wajah tersenyum dan tegar di hadapan semua orang

Dream - Foto tiga perawat di sebuah rumah sakit Inggris membuat warga Rati Elizabeth berang. Ketiga garda terdepan dalam merawat pasien corona ini bekerja tanpa menggunakan alat pelindung diri memadai.

Mengutip laman Mirror.co.uk, Jumat, 10 April 2020, ketiga tenaga kesehatan tersebut bekerja menangani pasien Covid-19 hanya mengenakan plastik sampah besar sebagai pelindung diri. Pakaian itu pengganti dari pakaian hazmat yang tak mereka dapatkan.

Dilaporkan ketiga perawat tersebut bertugas di Northwick Hospitals di Harrow, utara London, Inggris. Mereka terpaksa menggunakan platik sampah besar itu karena kekurangan pasokan sarung tangan, celemek dan alas kaki.

Menggunakan perlengkapan seadanya, kini ketiga perawat itu harus menanggung akibat dari kurangnya persediaan APD. Laman Telegraph melaporkan mereka positif tertular virus corona setelah diperiksa di pusat pemeriksaan London Utara pekan lalu.

Para staf rumah sakit menuding ketiga perawat yang berisiko tinggi terpapar corona bisa tertular karena lemahnya upaya atasan memenuhi persediaan APD bagi tenaga medisnya.

 

1 dari 2 halaman

Foto ketiga perawat menggunakan sampah plastik besar itu menjadi viral di sosial media pada Maret lalu.

" Kami sangat kecewa dengan apa yang kami hadapi setiap hari, malam demi malam," tulis keterangan foto tersebut.

Tenaga medis di rumah sakit itu mengaku harus berimprovisasi menyediakan ADP seadaanya untuk melindungi dari dari pasien yang terinfeksi corona. Mereka bahkan membeli sepatu sendiri untuk kemudian meminta ganti ke perusahaan.

" Beginilah perdana menteri kami mengatakan bahwa kami menimbun APD,"

 

2 dari 2 halaman

Kami Menangis Dalam Hati dan Berusaha Tersenyum

Dalam unggahan tersebut juga tertulis betapa para staf berusaha untuk selalu tetap tersenyum dan berani saat menghadapi para pasien.

" Kami harus selalu kuat untuk rekan kerja yang sakit, keluarga dan pasien. Kami menangis dalam hati namun tetap menunjukan wajah tersenyum dan tegar di hadapan semua orang."

Dikabarkan para staf rumah sakit telah diperingatkan untuk tidak berbicara kepada media tentang persoalan pasokan APD yang minim.

(Sah, Sumber: Mirror)

Beri Komentar