Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Perawat Di RS Inggris (Foto: The Telegraph)
Dream - Foto tiga perawat di sebuah rumah sakit Inggris membuat warga Rati Elizabeth berang. Ketiga garda terdepan dalam merawat pasien corona ini bekerja tanpa menggunakan alat pelindung diri memadai.
Mengutip laman Mirror.co.uk, Jumat, 10 April 2020, ketiga tenaga kesehatan tersebut bekerja menangani pasien Covid-19 hanya mengenakan plastik sampah besar sebagai pelindung diri. Pakaian itu pengganti dari pakaian hazmat yang tak mereka dapatkan.
Dilaporkan ketiga perawat tersebut bertugas di Northwick Hospitals di Harrow, utara London, Inggris. Mereka terpaksa menggunakan platik sampah besar itu karena kekurangan pasokan sarung tangan, celemek dan alas kaki.
Menggunakan perlengkapan seadanya, kini ketiga perawat itu harus menanggung akibat dari kurangnya persediaan APD. Laman Telegraph melaporkan mereka positif tertular virus corona setelah diperiksa di pusat pemeriksaan London Utara pekan lalu.
Para staf rumah sakit menuding ketiga perawat yang berisiko tinggi terpapar corona bisa tertular karena lemahnya upaya atasan memenuhi persediaan APD bagi tenaga medisnya.
Foto ketiga perawat menggunakan sampah plastik besar itu menjadi viral di sosial media pada Maret lalu.
" Kami sangat kecewa dengan apa yang kami hadapi setiap hari, malam demi malam," tulis keterangan foto tersebut.
Tenaga medis di rumah sakit itu mengaku harus berimprovisasi menyediakan ADP seadaanya untuk melindungi dari dari pasien yang terinfeksi corona. Mereka bahkan membeli sepatu sendiri untuk kemudian meminta ganti ke perusahaan.
" Beginilah perdana menteri kami mengatakan bahwa kami menimbun APD,"
Dalam unggahan tersebut juga tertulis betapa para staf berusaha untuk selalu tetap tersenyum dan berani saat menghadapi para pasien.
" Kami harus selalu kuat untuk rekan kerja yang sakit, keluarga dan pasien. Kami menangis dalam hati namun tetap menunjukan wajah tersenyum dan tegar di hadapan semua orang."
Dikabarkan para staf rumah sakit telah diperingatkan untuk tidak berbicara kepada media tentang persoalan pasokan APD yang minim.
(Sah, Sumber: Mirror)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya