Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Irjen Mohammad Iqbal Dan Ibu Sumini (Foto: Instagram)
Dream - Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyrakat (PPKM) memang membuat para pedagang dilanda kecemasan. Menyadari aktivitas berdagangan dibatasi saat PPKM, pedagang khawatir manakala datang petugas yang merazia dan akhirnya mengenakan denda atau hukuman lainnya.
Kegelisahan itu tertangkap jelas saat Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Pol Mohammad Iqbal menghampiri ibu pedagang bakso yang membuka lapaknya di pinggir jalan.
Lewat video unggahan di akun Instagram @Moh.iqbal.91, jenderal bintang dua itu sempat membagikan momen saat dia menghampiri ibu pedagang bakso yang awalnya terlihat ketakutan hingga gangguan latahnya muncul.
" Mau beli bakso, berapa baksonya? Kok takut?," tanya Iqbal.
" Eh takut-takut. Ini enggak apa-apa pak?" balas ibu penjual tersebut.

Berusaha mencairkan suasana, Irjen Iqbal mengajukan beberapa pertanyaan kepada ibu pedagang bakso yang diketahui bernama Sumini itu. Namun bukannya makin tenang, SUmini malah semakin latah dan kaget.
" Ibu Sumini wong Jawa? Jos iki, tusuk iyo-iyo. Aduh mantap," canda Iqbal.
" Enak ini pak. Kula wong Jawa, wong Malang. Baksone jos, mantap ini pak," jawab Sumini.
Sang jenderal kemudian menanyakan harga sebungkus bakso tusuk yang dibanderolnya seharga Rp10 ribu per porsi. Dalam percakapan itu Sumini mengaku tak mengetahui modal yang dia keluarkan untuk berjualan bakso karena tugasnya hanya menjual dagangan dari majikannya.
" Baru dapat Rp15 ribu pak," ujar Sumini saat menyodorkan bakso.
Saat menerima bakso tersebut, Irjen Iqbal malah menawar harga makanan ringan pesananannya. Bukan menawar lebih murah, Iqbal malah memberikan uang yang nilainya lebih besar daripada harga bakso tersebut.
" Boleh nawar enggak? Saya tawar Rp100 ribu boleh enggak? Kalau Rp200 ribu boleh? Kalau Rp300 ribu? Semoga ini jadi berkah untuk ibu," tanyanya
Rupanya hadiah yang diberikan Irjen Iqbal bukan itu saja. Seorang petugas membawakan paket sembako dalam plastik warna merah beserta masker untuk Ibu Sumini.
Irjen Iqbal juga meminta maaf dan berharap Sumini bisa bersabar dengan pemberlakukan kebijakan PPKM Darurat yang dibuat pemerintah saat ini. Dia mengingatkan jika kebijakan tersebut dibuat untuk kebaikan semua pihak.
" Mudah-mudahan ibu sabar di era covid karena di era pembatasan ini untuk kepentingan semua. Saya minta maaf, jam 8 aparat-aparat minta tutup, sabar aja ya bu ya. Semoga ini cepat berakhir," ucap Iqbal.
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya