MUI: Kerusuhan Dilakukan Orang Jahat, Ingin Indonesia Koyak

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 23 Mei 2019 19:02
MUI: Kerusuhan Dilakukan Orang Jahat, Ingin Indonesia Koyak
MUI mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi.

Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam kerusuhan yang mewarnai aksi damai 21-22 Mei 2019. Aksi tersebut dinilai tidak lain bertujuan mengadu domba masyarakat.

" Aksi kerusuhan tersebut merupakan bentuk tindakan brutal dan anarkhis yang bertujuan ingin menciptakan kekacauan," ujar Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi, melalui keterangan tertulis, Kamis 23 Mei 2019.

Meski demikian, MUI meyakini aksi 22 Mei yang berujung ricuh itu dilakukan oleh provokator. Pelaku bukan dari massa yang murni ingin mengikuti aksi tersebut.

" Dilakukan oleh sekelompok orang yang berniat jahat menginginkan Indonesia terkoyak dan tercerai berai," kata dia.

Selanjutnya, MUI meminta kepada polisi untuk segera menindak aktor intelektual kerusuhan agar tidak menimbulkan fitnah.

1 dari 1 halaman

Sampaikan Bela Sungkawa

MUI juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. masyarakat juga diminta tidak mengeluarkan opini sendiri dalam menyikapi masalah ini.

" MUI mengimbau kepada para elit politik, tokoh agama dan masyarakat untuk mengembangkan narasi kesejukan yang dapat mendorong terbangunnya rekonsiliasi nasional dan persaudaraan kebangsaan," ujar Zainut.

Selain itu, MUI juga menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban meninggal maupun luka-luka dalam kerusuhan 21-22 Mei 2019.

" Untuk hal tersebut MUI menyampaikan takziyah dan bela sungkawa, semoga almarhum husnul khotimah dan kepada keluarga korban semoga diberikan kekuatan dan kesabaran," kata Zainut.

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham