Truk Tertutup Terpal Terjaring Razia Mudik, Saat Dibuka Isinya Bikin Ngelus Dada

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 6 Mei 2021 14:00
Truk Tertutup Terpal Terjaring Razia Mudik, Saat Dibuka Isinya Bikin Ngelus Dada
Truk disiasati dengan ditutup terpal di bagian bak agar bisa lolos penyekatan.

Dream - Meski larangan mudik sudah berlaku mulai Mei 2021, masih saja ada orang yang nekat mudik. Mereka pun menempuh berbagai cara untuk mengelabui polisi.

Seperti yang dilakukan sejumlah pemudik yang terjaring razia Satlantas Polres Ngawi. Mereka memanfaatkan bak truk yang ditutup rapat dengan terpal agar bisa sampai ke kampung halaman.

Kapolres Ngawi, AKBP I Wayan Winaya, mengatakan pihaknya mengamankan satu unit truk dengan pelat nomor G 8186 OF. Truk ini ternyata menyembunyikan 10 orang pemudik dan dua unit sepeda motor dari Jakarta menuju Ponorogo.

" Kami amankan truk dari arah Jakarta, tujuannya ke Ponorogo," ujar Winaya, dikutip dari Merdeka.com.

Truk tersebut sebelumnya melintas di ruas tol Ngawi. Ketika keluar dari Exit Toll Ngawi, penampakan truk tersebut membuat petugas curiga.

 

1 dari 5 halaman

Ada 10 Pemudik

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan muatan truk. Terbongkarlah muatan truk tersebut, yaitu para pemudik dari Cakung, Jakarta Timur.

" Ada terpal yang menutup truk. Ternyata setelah dibuka berisi 10 orang. Ada 8 dewasa dan 2 anak-anak," kata Winaya.

Saat ini semua penumpang dan pengemudi diperiksa di Satlantas Polres Ngawi. Winaya menyatakan pihaknya menerapkan tilang pada pengemudi truk.

" Saat ini masih kita periksa di Polres termasuk pengemudi truk. Nantinya pengemudi ada kita sangsi tilang dan kendaraan kita lakukan penahanan," kata dia.

Kepada para pemudik akan dilakukan rapid test antigen. Jika hasilnya negatif, mereka akan dijemput Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Ponorogo.

" Untuk mengelabui petugas, truk ditutupi terpal warna biru. Nanti kita rapid antigen dan jika hasil negatif langsung kita minta Satgas Covid-19 Ponorogo untuk menjemput dan dikarantina lima hari," kata Winaya.

2 dari 5 halaman

Larangan Mudik Dimulai Malam Ini, Polri: Jangan Kucing-kucingan!

Dream - Larangan mudik Idul Fitri 1442H resmi berlaku malam nanti mulai pukul 24.00 WIB. Polri telah menyiapkan 381 titik penyekatan untuk mencegah adanya pemudik yang masih nekat meski sudah dilarang.

" Ada 381 titik penyekatan mulai aktif 24.00 nanti malam, diharapkan masyarakat tidak kucing-kucingan," ujar Kabaharkam Polri, Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto, dalam webinar disiarkan kanal YouTube BNPB.

Arief mengingatkan mudik kucing-kucingan hanya mendatangkan kerugian. Karena masyarakat hanya membuang energi untuk berperjalanan namun tidak bisa sampai tujuan akibat adanya penyekatan.

Dia juga mengatakan bisa saja masyarakat mudik melalui jalur tikus. Tetapi, masyarakat harus ingat jalur tikus tidak mungkin sampai ke tujuan karena pasti akan bertemu dengan jalur utama.

" Pasti akan ketemu jalur-jalur di mana merupakan jalur utama yang mau tidak mau harus lewat di situ. Pasti akan ketahuan dari penyekatan-penyekatan yang kita lakukan," kata Arief.

3 dari 5 halaman

Sarankan Silaturahmi Virtual

Dia pun menyarankan masyarakat lebih baik melakukan silaturahmi secara virtual. Ada banyak keuntungan yang bisa didapat dari silaturahmi virtual merayakan Idul Fitri.

Di antara keuntungan tersebut yaitu tidak perlu ada ongkos perjalanan ke kampung halaman. Selain itu, potensi penularan Covid-19 saat dalam perjalanan mudik bisa dihindari.

" Mari kita biasakan tradisi baru bahwa mudik digital itu keren, cukup di rumah," ucap dia.

4 dari 5 halaman

Pemudik di Bogor Diisolasi di Rumah Angker, Kapolres: Siang Ngeri, Apalagi Malam

Dream - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi pemudik nekat jelang Lebaran 2021. Salah satunya, menyiapkan sejumlah tempat karantina berupa rumah yang terkenal angker.

Kapolres Bogor, AKBP Harun, mengatakan, lokasi karantina tersebut yaitu Wisma Artha Graha di Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung. Nantinya, pemudik nekat yang dinyatakan positif Covid-19 lewat rapid test antigen mobile mulai 6 Mei 2021 akan ditempatkan pada fasilitas tersebut.

" Wah itu angker itu tempatnya. Kita saja ninjau ke sana siang-siang ngeri apalagi malam hari. Nanti kita tempatkan di lokasi yang di bawah, yang angker banget," ujar Harun.

Dalam menerapkan larangan mudik sekaligus mencegah membludaknya wisatawan pada masa libur Hari Raya Idul Fitri 1442H, Harun telah menyiapkan sejumlah pos sekat. Pos tersebut disebar di sejumlah jalur arteri hingga jalan tikus.

" Kalau ada yang bisa lolos, nanti kita adakan rapid antigen mobile. Kalau ternyata positif langsung kita arahkan ke Cipayung," ucap dia.

5 dari 5 halaman

Titik Pemeriksaan

Selanjutnya, Harun mengatakan terdapat tujuh titik perbatasan yang dijaga ketat untuk mencegah adanya pemudik nekat. Titik tersebut berlokasi di Cisarua, Cigombong, Parung, Cibinong, Cileungsi, hingga Cariu.

Petugas di pos penjagaan tersebut melakukan penyaringan kendaraan yang akan keluar masuk area Kabupaten Bogor. Ini berdasarkan imbauan Pemerintah terkait aktivitas mudik yang dibolehkan selama masa larangan berlaku pada 6-17 Mei 2021.

" Karena imbauan Pemerintah, yang boleh mudik yang ada di dalam Jabodetabek saja, dari wilayah lain putar balik," ucap Harun.

 

Beri Komentar