Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kerja Sama NU Care-LazisNU Dan Gopay (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)
Dream - NU Care-LazisNU menargetkan mampu mengumpulkan dana dari gerakan kotak infak (Koin) sebanyak Rp1 triliun, saat Mukernas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Februari 2021 mendatang.
" Untuk tahun kemarin kesepakatan teman-teman di (Mukernas) Jogja mereka ingin kalau bisa (tahun ini) sekitar Rp1 triliun dari Koin," ujar Ketua NU Care-LazisNU, Achmad Sudrajat di gedung PBNU, Jakarta, Selasa 17 Desember 2019.
Dia mengatakan, saat Mukernas di Yogyakarta tahun lalu, pengumpulan dana dari Koin itu mencapai Rp450 miliar. Angka itu diklaim hanya dari Pulau Jawa saja.
" Tahun kemarin sekitar Rp450 miliar karena baru pulau Jawa saja yang terkoordinasikan, nah tahun ini sudah se-Indonesia," ucap dia.
Ajat mengatakan, pengumpulan dana dari Koin itu dilakukan selama satu tahun hingga nantinya diharapkan mampu mencapai target.
Menurutnya, wilayah yang paling banyak mengumpulkan Koin berada di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Dia mencontohkan, daerah Klaten setiap bulannya mampu mengumpulkan Koin Rp500 juta setiap bulannya. Sementara daerah Temanggung dari Januari-Agustus 2019, sudah mengumpulkan Koin sebanyak Rp24 miliar.
" Kemarin Jawa Timur declare Rp300 miliar, Jawa tengah Rp150 miliar, Jawa Barat, Jogja dan sebagainya. Mereka men-declare targetnya," kata dia.
Lebih lanjut, kata dia, uang yang dikumpulkan melalui Koin itu akan digunakan untuk sembilan program unggulan yakni sosial keagamaan, kebencanaan, pendidikan, ekonomi, kesehatan, hukum HAM dan kemanusiaan, kebudayaan dan pariwisata, sumber daya dan pengolahan serta lingkungan hidup dan energi.
" Jadi Koin itu hanya sebagai manajemen dana dan itu dikembalikan lagi ke masyarakat," ujar Ajat.
Dream - Kini, warga Nahdatul Ulama (NU) makin mudah membayar sedekah. Mereka bisa beramal melalui Kotak Infak (Koin) NU dengan Gopay.
Ketua NU Care-LazisNU, Achmad Sudrajat, mengatakan, pengguna bisa memberikan sumbangan dengan memindai barcode yang ada di kotak amal.
“ Kami terus mendorong inovasi kemudahan zakat, infak, dan sedekah, melalui berbagai cara, termasuk kanal digital,” kata Sudrajat di Jakarta, Selasa 17 Desember 2019.
Ia mengatakan, program Koin NU ini sudah berjalan sejak 2016 dan diresmikan oleh Ketum PBNU, KH Said Aqil Siradj, pada 2017. Program Koin tersebut sudah bisa menghasilkan dana miliar rupiah.
" Kita setiap bulan di Klaten itu bisa mencapai Rp500 juta," tambah Sudrajat.
Bahkan, kata dia, koin yang terhimpun di Temanggung dari Januari-Agustus 2019 mencapai Rp24 miliar.

Head of Corporate Communication GoPay, Winny Triswandhani, mengatakan, kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan pengumumpulan infak hingga empat kali lipat.
" Kami berharap dengan adanya QRIS (QE Code Indonesian Standard) di Koin NU, donasi yang diterima bisa terus meningkat," kata dia.
Dream – Ada kabar mengejutkan dari Paypal. Platform ini membeli mayoritas saham GoPay.
Tapi tunggu dulu, GoPay ini bukan bagian dari Go-Jek milik Nadiem Makarim dari Indonesia. GoPay ini singkatan dari Guofubao Information Technology Co — platform pembayaran dari Tiongkok.
Dikutip dari Tech Crunch, Selasa 1 Oktober 2019, dengan akuisisi ini, Paypal menjadi platform pembayaran asing pertama yang melayani warga Tiongkok.
![]()
GoPay Tiongkok memiliki lisensi transaksi online dan seluler, pembayaran digital e-commerce, perdagangan lintas batas negara, penerbangan dan lainnya.
Paypal akan mengambil alih 70 persen saham GoPay melalui anak usahanya, Yinbaobao Information Technology, seperti yang dikabarkan Guofubao dalam keterangan tertulisnya.
Sayangnya, perusahaan tidak mengabarkan detail pembelian saham lebih lanjut.
Kabar PayPal mengembangkan sayap di Tiongkok datang saat “ tensi” Amerika Serikat—Tiongkok memanas.
Nantinya, platform ini akan berhadap langsung dengan pemain dompet elektronik Tiongkok, yaitu AliPay dan WeChat Pay.
Dikatakan juga masih ada ruang yang besar untuk tumbuh dan bermanfaat bagi Tiongkok.
Pasar pembayaran di Tiongkok menjanjikan. Berdasarkan riset Forst&Sulivan, pasar ini akan tumbuh jadi US$96,73 triliun (Rp1.372.802 triliun) pada 2023. Pertumbuhannya didorong dari peningkatan transaksi e-commerce.
Dari laporan ini, disebutkan bahwa jumlah pengguna aktif pembayaran mobile melalui ponsel naik dari 562 juta pada 2017 menjadi 956 juta pada 2023.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya