Bangun Ibu Kota Baru, Jokowi Minta Izin Tokoh Adat Kaltim

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 17 Desember 2019 18:02
Bangun Ibu Kota Baru, Jokowi Minta Izin Tokoh Adat Kaltim
Jokowi mengatakan, proses pemilihan Ibu Kota melalui sebuah kalkulasi

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta izin dengan para tokoh adat dan masyarakat Kalimantan Timur untuk membangun ibu kota baru di Kabupaten Penajam Paser Utara. Pertemuan tersebut digelar tertutup.

Jokowi menjelaskan, pemindahan Ibu Kota negara ke Kalimantan Timur sudah melalui dengan kajian dan proses yang panjang.

" Proses pemilihan Ibu Kota melalui sebuah kalkulasi dan proses panjang dan disampaikan kepada saya," ujar Jokowi, Selasa, 17 Desember 2019.

Dia mengatakan, pemindahan Ibu Kota ke sebagian wilayah Penajam Paser Utara dan sebagian Kutai Kertanegara bukan sekadar perpindahan lokasi semata, namun transformasi.

" Ada sebuah transformasi pindahnya budaya kerja, pindahnya sistem kerja kita, pindahnya pola pikir kita, ya semuanya dengan kepindahan ini," ujar dia.

 

1 dari 4 halaman

Istana Presiden di Ibu Kota Baru

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bapenas) Suharso Monoarfa mengatakan, ibu kota negara baru akan berbentuk provinsi.

" Provinsi baru," kata Suharso.

Menurut dia, provinsi ini memiliki luas keseluruhan 256 ribu hektare. Dalam provinsi ini, ada kawasan pemerintahan seluas 56 ribu hektare.

Lahan itu akan dibangun Istana Kepresidenan dan gedung-gedung kementerian di ibu kota baru.

" Area 56 ribu ha diatur oleh City Manager, yang bukan bagian dari daerah otonom. Jadi, daerah dengan pemerintahan otonomi di luar 56 ribu ha. Daerah pemerintahan otonom itu berbentuk provinsi," ujar dia.

Pembentukan provinsi otonom yang baru akan dikecualikan dari aturan perundang-undangan mengenai pembentukan provinsi baru yang saat ini berlaku. UU Nomor 32 Tahun 2004, diperjelas dengan Perarturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2007 yang mengatur tata cara pembentukan daerah baru, disebutkan bahwa pembentukan provinsi harus memenuhi syarat fisik 5 kabupaten/kota di dalamnya.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

2 dari 4 halaman

Blusukan ke Lokasi Ibu Kota Baru, Jokowi Tentukan Titik Istana

Dream - Jokowi dijadwalkan mengunjungi lokasi ibu kota baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Dia akan melakukan perjalanan darat untuk merasakan suasana calon ibu kota tersebut.

" Pak Presiden akan jalan darat (di Kaltim), ingin melihat suasanya, keadaannya seperi bagaimana di sana," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 17 Desember 2019.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan ingin memastikan lokasi yang dibangun untuk cluster pemerintahan. " Ya mungkin minggu depan, saya dua tiga hari akan berada di sana untuk memastikan titik mana yang, (ibu kota baru) ini kan gede banget, titik mana yang akan dipakai untuk lokasi yang cluster pemerintahan," kata Jokowi, Jumat, 13 Desember 2019.

Menurut presiden bernama lengkap Joko Widodo itu, ibu kota baru memang dirancang dengan sistem cluster. Nantinya akan ada cluster kesehatan, pendidikan, pemerintahan, hingga inovasi. Di cluster pemerintahan, akan dibangun Istana Kepresidenan dan gedung-gedung kementerian.

" Titik pertama kali yang harus ditentukan titik kluster pemerintahan. Artinya, Istana ada di situ, kementerian-kementerian ada di situ. Ini penting," kata dia.

Selain blusukan di ibu kota baru, Jokowi juga diagendakan meninjau Jalan Tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,35 kilometer. Selain itu, meresmikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar, Balikpapan.

3 dari 4 halaman

Jokowi Ingin Ibu Kota Baru Kalahkan Dubai

Dream - Jokowi punya mimpi baru. Presiden bernama lengkap Joko Widodo ini ingin menjadikan ibu kota negara baru di Kalimantan Timur, sebagai kota terbaik di dunia.

" Kita memang mimpinya memang harus tinggi," ujar Jokowi, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 6 November 2019.

Dia mengatakan, ibu kota negara yang baru harus bisa melebihi Dubai, Uni Emirate Arab (UEA), yang memiliki kota paling bahagia. Dia ingin ibu kota baru tersebut menjadi kota terbaik dan paling inovatif di dunia.

" Jika Dubai punya jargon the happiest city on the earth, ibu kota baru nanti, the best on earth, yang cleanest citythe most innovative city, dan the most yang lainnya," tambah Jokowi.

Ibu kota baru, tambah mantan Gubernur DKI Jakarta itu, bukan hanya memindahkan istana dan kantor pemerintah saja. Dia ingin, pembangunan kota yang cerdas.

" Saya hanya bayangkan, di sana nanti ada cluster pemerintahan, ada cluster teknologi dan inovasi seperti Silicon Valley. Ada cluster pendidikan, universitas terbaik ada di sana, cluster layanan kesehatan, dan cluster wisata," kata dia.

4 dari 4 halaman

Moda Transportasi Lengkap

Jokowi ingin penghuni ibu kota baru menggunakan moda transportasi yang bebas emisi.

" Bukan hanya kota pemerintahan. Kota baru juga kota bisnis. Tetapi bisnis yang bebas emisi, atau industri yang bebas emisi yang pekerjakan orang kelas dunia," ucap dia.

Jokowi mengklaim, Google Global Talent juga ingin hadir di ibu kota baru tersebut.

" Diaspora kita akan pulang dan menarik orang hebat dunia untuk tinggal di sini. Hal ini akan terjadi jika kota ini sediakan lapangan kerja yang berkelas," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

Beri Komentar