Dua Istri Wakil Bupati Blitar Dilantik Jadi Kepala Desa

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 17 Desember 2019 15:00
Dua Istri Wakil Bupati Blitar Dilantik Jadi Kepala Desa
Kedua istri Marhaenis yang dilantik menjadi kepala desa adalah Halla Unariyanti (43) dan Fendriana Anitasari (33).

Dream - Ada yang unik dalam pelantikan kepala desa hasil pemilihan serentak di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Dua di antara para kepala desa yang dilantik pada Jumat 13 Desember 2019 merupakan istri Wakil Bupati Marhaenis Urip Widodo.

Kedua istri Marhaenis yang dilantik menjadi kepala desa adalah Halla Unariyanti (43) dan Fendriana Anitasari (33). Halla terpilih sebagai Kepala Desa Bendosewu, Kecamatan Talun. Fendriana menjadi Kepala Desa Wonorejo, Kecamatan Talun.

Dalam Pilkades serentak Kabupaten Blitar 2019, Halla dan Ferdiana merupakan petahana. Fendriana mengaku bersyukur kembali terpilih. Dia akan melanjutkan program-program yang telah dibuat sebelumnya.

" Yang jelas akan melanjutkan visi misi dari periode lalu karena dari RPJ desa ada empat yang belum terlaksana yang kaitannya dengan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat," kata Fendriana, dikutip dari Liputan6.com.

1 dari 4 halaman

Lanjutkan Program Kerja

Beberapa program yang ingin dijalankan Fendriana antara lain pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Salah satunya koperasi simpan pinjam berbasis syariah.

Tak hanya itu, Fendriana juga akan meningkatkan fasilitas di sejumlah tempat wisata yang ada di desanya. Dia ingin agar tempat wisata tersebut semakin menarik dan jumlah pengunjung meningkat.

Masih ada lagi, dia juga akan mendorong masyarakat untuk mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan. Ini mengingat desanya adalah sentra produksi genteng namu tidak semua pengusaha mengikuti program tersebut.

" Jika pengusaha ikut BPJS Ketenagakerjaan, mereka turut serta memberikan jaminan pada para pekerjanya," kata Fendriana.

Terpisah, Halla Ariyanti yang merupakan istri pertama Wabup Marhaenis juga bersyukur. Terlebih, jabatannya sebagai Kades selalu mendapat dukungan dari suaminya.

" Luar biasa. Bapak juga mendukung kami. Beliau mendukung selama itu terbaik untuk masyarakat dan bisa bermanfaat untuk masyarakat. Kami kembali maju kan atas dorongan masyarakat," kata dia.

Sumber: Liputan6.com

2 dari 4 halaman

Kades Pilihan Kalah Pilkades, Pendukung Bongkar Jalan Desa

Dream - Jangan pernah membayangkan kancah politik tingkat kampung tidak sepanas nasional. Bahkan, konflik bisa muncul dengan mudah.

Seperti yang terjadi di Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Pendukung salah satu calon kepala desa melakukan aksi nekat.

Aksi nekat itu dilakukan di Kampung Jogjogan. Jalan kecil yang sudah dibeton dirusak hingga tersisa tanah akibat calon kepala desa yang mereka dukung kalah dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Jalan tersebut merupakan jalur yang menghubungkan Desa Tangkil dengan Desa Cinagara. Jalan yang kerap dilewati sepeda motor itu digali sedalam 150 centimeter sehingga tidak bisa dilewati.

Salah satu warga, Mulyana, mengaku harus mengambil jalur memutar dengan jarak yang lebih jauh. Sebelumnya, dia sering melintas di jalan tersebut.

" Kalau lewat Kampung Jogjogan menuju desa sebelah (Cinagara) jaraknya lebih dekat," kata Mulyana, dikutip dari Liputan6.com.

3 dari 4 halaman

Jalan Dibangun dengan Dana Desa

Warga setempat mengatakan jalan tersebut sebenarnya sudah ada sejak lama namun belum dibangun. Jalan itu baru dibeton pada 2016 menggunakan dana desa.

" Sudah ada sejal lama, ada kali 20 tahunan mah. Tapi dulu masih tanah, terus ditembok dan terakhir dicor," kata Mulyana.

Pemilik lahan yang dilalui jalan tersebut mendukung salah satu calon kades. Sayangnya, calon yang didukung kalah dalam Pilkades serentak Kabupaten Bogor 2019.

 

4 dari 4 halaman

Belum Muncul Kesepakatan

Masalah ini sudah diketahui oleh para perangkat desa. Pelaksana Jabatan Sementara (Pjs) Kepala Desa Tangkil, Aruman, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Caringin untuk menyelesaikan persoalan ini dan menggelar mediasi dengan pemilik tanah.

Diketahui, jalan yang dirusak berada di atas tanah milik anggota tim sukses salah satu calon Kades.

" Sampai saat ini belum ada kesepakatan dengan pemilik tanah. Tapi kami akan terus lakukan mediasi agar jalan itu kembali bisa dilalui warga," kata Aruman.

Menurut Aruman, Pemerintah Desa Tangkil menggelar betonisasi sejumlah ruas jalan desa pada 2016 lalu. Saat pembangunan, kata dia, pemilik lahan tidak keberatan tanahnya jadi akses warga.

" Malah pemilik lahan ikut gotong royong membangun jalan tersebut. Pemilik juga tidak pernah melarang atau menghentikan pembangunan," kata dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Beri Komentar