Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (www.nytimes.com)
Dream - Olahraga sangat penting untuk menjaga kebugaran tubuh. Termasuk saat berpuasa di bulan Ramadan ini. Salah satu olagraga yang bisa dianggap tepat untuk orang yang berpuasa adalah kardio atau olahraga yang menuntut jantung bekerja cepat.
" Olahraga kardio yang dianjurkan sore hari," kata Spesialis Kedokteran Olahraga, Grace Tumbelaka SpKO saat berbincang dengan Dream di Jakarta.
Dia menambahkan, kardio bisa dilakukan dengan sistim FITT. Yaitu Frekuensi, dilakukan berapa kali seminggu; Intensitas atau berat ringannya latihan; Time atau durasi olahraga, dan Tipe olahraganya apa.
Untuk frekuensi, kardio bisa dilakukan tiga kali dalam seminggu. Intensitasnya adalah sedang. Untuk intensitas ini bisa dilakukan dengan mengukur denyut nadi 64 sampai 76 persen denyut maksimal, yaitu 220. Untuk menghitungnya, denyut maksimal itu dikurangi usia.
" Lebih gampangnya, misalnya usianya 20 tahun. Jadi 220 dikurangi 20, berarti 200. Dan 64 persennya berarti 132. Atau 76 persen dari 200 berarti 152. Itu artinya, nadi minimalnya 128, dan tidak boleh melebihi dari 152. Itulah cara menghitungnya."
Sementara, untuk durasi olahraga sebaiknya waktu dilakukan 30-60 menit setiap latihan. " Tapi 30 menit itu belum termasuk pemanasan dan pendinginan."
Bagi mereka yang ingin melakukan tiga kali olahraga dalam seminggu, tambah Grace, bisa dilakukan selang-seling. Misalnya, hari pertama bersepeda, berikutnya jogging, dan selanjutnya jalan cepat.
" Seminggu tiga kali tapi bukan berarti Senin, Selasa, Rabu. Tapi sebaiknya Senin, Rabu, Jumat. Karena fisiologis olahraga itu bisa bertahan 48 jam, kalau lebih dari 48 jam akan turun kualitasnya," ungkap Grace.
Catatan penting dari Grace, mulailah olahraga dengan yang ringan terlebih dahulu. Kurangi waktu olahraga, sehingga lebih pendek dari yang biasa dilakukan saat tidak berpuasa.
" Yang sebelumnya intensitasnya berat mulailah dengan yang sedang terlebih dahulu. Sedang boleh dengan ringan dulu. Tadinya 5 kali perminggu boleh tiga kali permingggu," kata Grace. Baca Juga: Kisah Pantang Menyerah Si Tukang Sampah Ketulusan Tuna Netra Pembuat Alquran Huruf Braille Mengapa Terasa Lapar Saat Puasa? Setelah Mualaf, Begini Puasa Perdana Beery `Saint Loco` 3 Tempat Buka Puasa Favorit Warga Jakarta Dubes Inggris Salat Jumat Bersama Jokowi-JK di Istana Sambut Ramadan, Penyanyi Jazz Belia Ini Akan Meriahkan PRJ Sambut Ramadan, Penyanyi Jazz Belia Ini Akan Meriahkan PRJ Buat Layanan Khusus Ramadan, Google Pakai Bahasa Indonesia
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya